Hiroshima Longsor Hebat, PM Jepang Asyik Main Golf
Jum'at, 22 Agustus 2014 - 12:58 WIB
Hiroshima Longsor Hebat, PM Jepang Asyik Main Golf
A
A
A
HIROSHIMA - Hiroshima di landa longsor hebat sejak beberapa hari lalu. Ironisnya, Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe justru asyik main golf saat banyak rakyatnya tewas terkubur lumpur.
Tim penyelamat meyakini korban tewas bisa mencapai lebih dari 80 orang. Ada lebih dari 50 orang masih hilang. Sedangkan korban tewas baru ditemukan 39 jiwa. (Baca: Terkubur Lumpur, Korban Longsor di Hiroshima Jadi 39 Orang)
Kubu oposisi Jepang kompak mengecam Abe dan memintanya bertindak cepat dalam mengatasi bencana itu. Abe jadi sasaran kecaman, karena PM Jepang itu justru asyik main golf di Tokyo.
PM Jepang tersebut juga dikecam karena menikmati liburan di vilanya, di saat banyak rakyatnya tewas terkubur lumpur dan material bangunan.
Di antara mereka yang tewas adalah dua bocah bersaudara, berusia 11 dan dua tahun. Beberapa anak lainnya juga ditemukan terkubur material bangunan.
”Ada bau benar-benar aneh, sangat menyengat, bau bersahaja. Ketika kita membuka jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi, seluruh bukit longsor, dengan suara berderak, suara gemuruh,” kata seorang wanita yang rumahnya diterjang longsor, kepada stasiun televisi Fuji, yang dilansir Reuters, Jumat (22/8/2014).
Dia dan suaminya melarikan diri sebelum rumah mereka penuh dengan lumpur. Ada batu-batu besar menggelinding menimpa rumahnya saat dia dan suaminya tertidur.
Tim penyelamat meyakini korban tewas bisa mencapai lebih dari 80 orang. Ada lebih dari 50 orang masih hilang. Sedangkan korban tewas baru ditemukan 39 jiwa. (Baca: Terkubur Lumpur, Korban Longsor di Hiroshima Jadi 39 Orang)
Kubu oposisi Jepang kompak mengecam Abe dan memintanya bertindak cepat dalam mengatasi bencana itu. Abe jadi sasaran kecaman, karena PM Jepang itu justru asyik main golf di Tokyo.
PM Jepang tersebut juga dikecam karena menikmati liburan di vilanya, di saat banyak rakyatnya tewas terkubur lumpur dan material bangunan.
Di antara mereka yang tewas adalah dua bocah bersaudara, berusia 11 dan dua tahun. Beberapa anak lainnya juga ditemukan terkubur material bangunan.
”Ada bau benar-benar aneh, sangat menyengat, bau bersahaja. Ketika kita membuka jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi, seluruh bukit longsor, dengan suara berderak, suara gemuruh,” kata seorang wanita yang rumahnya diterjang longsor, kepada stasiun televisi Fuji, yang dilansir Reuters, Jumat (22/8/2014).
Dia dan suaminya melarikan diri sebelum rumah mereka penuh dengan lumpur. Ada batu-batu besar menggelinding menimpa rumahnya saat dia dan suaminya tertidur.
(mas)