Gencatan Senjata Kritis, Israel dan Hamas Saling Ancam

Senin, 18 Agustus 2014 - 08:21 WIB
Gencatan Senjata Kritis,...
Gencatan Senjata Kritis, Israel dan Hamas Saling Ancam
A A A
GAZA - Perpanjangan gencatan senjata selama lima hari dalam posisi di ujung tanduk atau kritis, karena akan berakhir hari ini (18/8/2014). Parahnya, Hamas dan Israel belum mencapai kesepakatan dan justru saling mengancam.

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, dalam pawai solidaritas perlawanan Palestina di Rafah, menuduh Israel sengaja mengulur-ulur waktu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang. Dia menegaskan, tidak ada gencatan senjata tanpa pencabutan blokade Israel atas Jalur Gaza.

“Entah kita memiliki kesepakatan yang memenuhi tuntutan kami, atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” katanya.

”Israel tidak akan menikmati rasa aman sampai orang-orang kami (terbebas) dan pengepungan benar-benar dicabut,” ancam Zuhri, sebagaimana dikutip kantor berita Ma’an. “Israel harus siap atas konsekuensi dari kegagalan untuk kesepakatan (damai),” lanjut dia.

Ancaman tidak akan memberikan rasa aman bagi Israel itu disampaikan pada hari keempat gencatan senjata dengan Israel. Pada Senin hari ini, batas waktu perpanjangan gencatan senjata antara Hamas dengan Israel habis.

Tidak mau kalah, pihak Israel pun mengancam Hamas. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel tidak akan menyetujui gencatan senjata jangka panjang di Gaza, kecuali kebutuhan rasa aman rakyat Israel terpenuhi.

”Delegasi Israel di Kairo bertindak dengan mandat yang sangat jelas untuk berdiri tegak pada kebutuhan keamanan Israel,” kata Netanyahu. ”Jika Hamas berpikir itu akan membuat kerugian militer Israel dengan diplomasi politik, itu salah.”

”Jika Hamas berpikir bahwa dengan melanjutkan gerimis roket itu akan memaksa kita untuk membuat konsesi, itu salah,” lanjut Netanyahu.

Israel berkeras untuk melucuti senjata Hamas sebagai syarat gencatan senjata jangka panjang. ”Kita harus berkeras soal demiliterisasi,” ujar Menteri Intelijen Israel, Yuval Steinitz.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
52 menit yang lalu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
1 jam yang lalu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
1 jam yang lalu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
2 jam yang lalu
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
3 jam yang lalu
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved