Kerusuhan Meluas, Pemerintah Ferguson Umumkan Situasi Darurat
Minggu, 17 Agustus 2014 - 18:49 WIB
Kerusuhan Meluas, Pemerintah Ferguson Umumkan Situasi Darurat
A
A
A
FERGUSON - Kerusuhan yang terjadi di Fergusan, Missouri, salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS) semakin meluas setiap harinya. Kerusuhan ini dimulai ketika seorang polisi setempat menembak mati seorang pemuda kulit hitam, pekan lalu. (Baca:Pria Kulit Hitam Ditembak Mati, Kerusuhan Pecah di AS)
Melansir Al Jazeera, Minggu (17/8/2014), kerusuhan yang semakin tidak terbendung membuat pemerintah Ferguson mengumumkan situasi darurat di wilayah mereka. Pemerintah setempat juga mulai memberlakukan jam malam untuk membatasi gerak demonstran.
Namun, langkah yang diambil oleh pemerintah Ferguson itu belum memberikan dampak apapun. Kerusuhan kembali pecah semalam, para pengunjuk rasa meneriakan,”Tidak ada keadilan di sini, dan tidak ada jam malam.”
Polisi setempat mengerahkan beberapa unit mobil lapis baja untuk menghalau ratusan pengunjuk rasa yang kembali turun ke jalan. “Anda semua telah melanggar jam malam, dan bila Anda tidak segera membubarkan diri maka kami akan menangkap Anda,” teriak polisi kepada para pengujuk rasa.
Para penungjuk rasa sendiri menyatakan apa yang mereka lakukan adalah aksi damai. Namun, bila memang diperlukan, mereka siap untuk membela diri,” polisi memiliki senjata, begitu juga kami,” ungkap pemipin demonstran, Jayson Ross.
Menurut juru bicara kepolisian setempat, John Hotz, polisi tidak akan menggunakan senjata api atau bentuk kekerasan lainnya, “Kami hanya akan menggunakan gas air mata,” ucap Hotz.
Melansir Al Jazeera, Minggu (17/8/2014), kerusuhan yang semakin tidak terbendung membuat pemerintah Ferguson mengumumkan situasi darurat di wilayah mereka. Pemerintah setempat juga mulai memberlakukan jam malam untuk membatasi gerak demonstran.
Namun, langkah yang diambil oleh pemerintah Ferguson itu belum memberikan dampak apapun. Kerusuhan kembali pecah semalam, para pengunjuk rasa meneriakan,”Tidak ada keadilan di sini, dan tidak ada jam malam.”
Polisi setempat mengerahkan beberapa unit mobil lapis baja untuk menghalau ratusan pengunjuk rasa yang kembali turun ke jalan. “Anda semua telah melanggar jam malam, dan bila Anda tidak segera membubarkan diri maka kami akan menangkap Anda,” teriak polisi kepada para pengujuk rasa.
Para penungjuk rasa sendiri menyatakan apa yang mereka lakukan adalah aksi damai. Namun, bila memang diperlukan, mereka siap untuk membela diri,” polisi memiliki senjata, begitu juga kami,” ungkap pemipin demonstran, Jayson Ross.
Menurut juru bicara kepolisian setempat, John Hotz, polisi tidak akan menggunakan senjata api atau bentuk kekerasan lainnya, “Kami hanya akan menggunakan gas air mata,” ucap Hotz.
(esn)