Hanya Awasi, AS Tak Berhenti Pasok Senjata ke Israel
Jum'at, 15 Agustus 2014 - 10:20 WIB
Hanya Awasi, AS Tak Berhenti Pasok Senjata ke Israel
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintahan Barack Obama, akan mengawasi ketat penggunaan senjata Amerika Serikat (AS) oleh Israel setelah perang di Gaza merenggut ribuan warga Palestina. Kendati demikian, AS tidak memberi penegasan untuk berhenti memasok senjata kepada sekutu utamanya itu.
Demikian keterangan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf. ”Mengingat krisis di Gaza, itu wajar bahwa pemerintah perlu untuk meninjau pengiriman (senjata). Itu tidak berarti tidak biasa dan, sekali lagi, itu tidak menunjukkan adanya perubahan dalam kebijakan,” kata Harf. (Baca: Amerika Pasok Bom ke Israel)
”Saya tidak akan memberikan alasan khusus di balik kebijakan ini, selama krisis (di Gaza), kita akan melihat kedua sisi,” lanjut dia, seperti dikutip Reuters, Jumat (15/8/2014).
Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengurangi pasokan senjata ke Israel. Salah satu penyebabnya, ada ketegangan antara Presiden Obama dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Media AS itu menyatakan, pemerintahan Obama telah memperketat kontrol terhadap transfer senjata ke Israel, setelah warga sipil di Gaza berjatuhan akibat invasi Israel.
Pada 3 Agustus 2014, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan yang sangat keras terhadap Israel, setelah sebuah sekolah PBB di Gaza dibombardir Israel.
Demikian keterangan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf. ”Mengingat krisis di Gaza, itu wajar bahwa pemerintah perlu untuk meninjau pengiriman (senjata). Itu tidak berarti tidak biasa dan, sekali lagi, itu tidak menunjukkan adanya perubahan dalam kebijakan,” kata Harf. (Baca: Amerika Pasok Bom ke Israel)
”Saya tidak akan memberikan alasan khusus di balik kebijakan ini, selama krisis (di Gaza), kita akan melihat kedua sisi,” lanjut dia, seperti dikutip Reuters, Jumat (15/8/2014).
Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengurangi pasokan senjata ke Israel. Salah satu penyebabnya, ada ketegangan antara Presiden Obama dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Media AS itu menyatakan, pemerintahan Obama telah memperketat kontrol terhadap transfer senjata ke Israel, setelah warga sipil di Gaza berjatuhan akibat invasi Israel.
Pada 3 Agustus 2014, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan yang sangat keras terhadap Israel, setelah sebuah sekolah PBB di Gaza dibombardir Israel.
(mas)