Hillary Sebut Obama Gagal Atasi Suriah, Gedung Putih Gaduh
Rabu, 13 Agustus 2014 - 10:28 WIB
Hillary Sebut Obama Gagal Atasi Suriah, Gedung Putih Gaduh
A
A
A
WASHINGTON - Hillary Clinton, kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) 2016 membuat komentar yang memicu kegaduhan di Gedung Putih. Mantan Menteri Luar Negeri AS itu menyebut kebijakan Obama dalam krisis Suriah sebagai bentuk kegagalan.
Namun, mantan Ibu Negara AS di era Presiden Bill Clinton itu dalam sebuah wawancara mengklarifikasi, bahwa komentar kontroversialnya itu tidak bermaksud untuk menyerang Obama.
Komentar kegagalan Obama dalam krisis Suriah itu diucapkan Hillary dalam wawancara dengan mejalah Atlantic yang diterbitkan Minggu lalu.
”Sebelumnya hari ini, (mantan) menteri yang menyebut Presiden Obama seperti itu, telah memastikan bahwa tidak ada kata-katanya yang berupaya menyerang kebijakan dan kepemimpinan (Obama),” kata juru bcara Hillary Clinton, Nick Merrill, dalam sebuah pernyataan.
Hillary Clinton pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS di era pemerintahan Obama tahun 2009-2013. Namun, Hillary mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habis dan mulai aktif di luar panggung politik yang mempopulerkan namanya sebagai kandidat calon presiden AS 2016.
Selama ini, Hillary aktif mempromosikan memoarnya yang berjudul “Hard Chocice” atau pilihan sulit. Memoar itu telah diterbitkan dan rencananya akan dipromosikan di Kebun Anggur Martha, Massachusetts, di mana Obama juga sedang berlibur di tempat itu.
Obama dan Hillary kemungkinan akan bertemu Rabu (13/8/2014) malam di tengah kegaduhan politik itu.”Seperti dua teman yang harus berurusan dengan mata publik, dia berharap untuk berpelukan ketika mereka melihat satu sama lain besok malam (nanti malam),” ujar Merrill, seperti dikutip Reuters.
Namun, mantan Ibu Negara AS di era Presiden Bill Clinton itu dalam sebuah wawancara mengklarifikasi, bahwa komentar kontroversialnya itu tidak bermaksud untuk menyerang Obama.
Komentar kegagalan Obama dalam krisis Suriah itu diucapkan Hillary dalam wawancara dengan mejalah Atlantic yang diterbitkan Minggu lalu.
”Sebelumnya hari ini, (mantan) menteri yang menyebut Presiden Obama seperti itu, telah memastikan bahwa tidak ada kata-katanya yang berupaya menyerang kebijakan dan kepemimpinan (Obama),” kata juru bcara Hillary Clinton, Nick Merrill, dalam sebuah pernyataan.
Hillary Clinton pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS di era pemerintahan Obama tahun 2009-2013. Namun, Hillary mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habis dan mulai aktif di luar panggung politik yang mempopulerkan namanya sebagai kandidat calon presiden AS 2016.
Selama ini, Hillary aktif mempromosikan memoarnya yang berjudul “Hard Chocice” atau pilihan sulit. Memoar itu telah diterbitkan dan rencananya akan dipromosikan di Kebun Anggur Martha, Massachusetts, di mana Obama juga sedang berlibur di tempat itu.
Obama dan Hillary kemungkinan akan bertemu Rabu (13/8/2014) malam di tengah kegaduhan politik itu.”Seperti dua teman yang harus berurusan dengan mata publik, dia berharap untuk berpelukan ketika mereka melihat satu sama lain besok malam (nanti malam),” ujar Merrill, seperti dikutip Reuters.
(mas)