Abbas Desak Dunia Internasional Turun Tangan Hentikan Israel
Senin, 04 Agustus 2014 - 14:13 WIB
Abbas Desak Dunia Internasional Turun Tangan Hentikan Israel
A
A
A
GAZA - Presiden Palestina, Mahmud Abbas meminta kepada dunia internasional untuk segera turun tangan menghentikan agresi militer Israel ke Gaza. Permintaan tersebut khususnya ia tunjukan untuk PBB, Uni Eropa, Rusia, China dan Amerika Serikat (AS).
Melansir Wafa, Senin (4/8/2014), dia mendesak kepada negara dan badan-badan tersebut untuk memaksa Israel menyetujui syarat gencatan senjata yang diajukan Hamas. Menurut Abbas, Israel bertanggung jawab penuh atas banyaknya korban yang jatuh di Gaza.
Abbas menyatakan, semua faksi di Palestina, merespon usulan masyarakat internasional mengenai gencatan senjata termasuk gencatan senjata kemanusiaan selama 72 jam, yang juga didukung oleh PBB, dan AS.
Namun, gencatan senjata ini hanya bertahan selama dua jam dan Israel kembali melanjutkan agresi mereka ke wilayah Gaza. Akibat dari agresi militer Israel, setidaknya 1.810 warga Gaza telah tewas, dan 8.000 lainnya menderita luka-luka.
"Selama 27 hari terakhir, Israel telah menewaskan dan melukai 17 warga sipil Palestina setiap jamnya, mereka juga telah membunuh satu anak Palestina setiap tiga jam sejak awal agresi ,” ungkap Abbas.
Sebagai bentuk komitmennya terhadap upaya gencatan senjata, Abbas telah mengirim delegasi Palestina ke Kairo untuk membahas mengenai gencatan senjata. Tetapi, dirinya menyatakan Israel menolak mengirimkan delegasinya ke Kairo untuk membahas hal ini.
"Kami mengirim delegasi Palestina ke Kairo untuk konfirmasi komitmen dan keinginan kita untuk menghentikan perang, agresi dan pertumpahan darah rakyat kita, namun pemerintah Israel menolak untuk mengirim delegasi ke Kairo dengan alasan yang tidak kuat,” ucap Abbas.
Melansir Wafa, Senin (4/8/2014), dia mendesak kepada negara dan badan-badan tersebut untuk memaksa Israel menyetujui syarat gencatan senjata yang diajukan Hamas. Menurut Abbas, Israel bertanggung jawab penuh atas banyaknya korban yang jatuh di Gaza.
Abbas menyatakan, semua faksi di Palestina, merespon usulan masyarakat internasional mengenai gencatan senjata termasuk gencatan senjata kemanusiaan selama 72 jam, yang juga didukung oleh PBB, dan AS.
Namun, gencatan senjata ini hanya bertahan selama dua jam dan Israel kembali melanjutkan agresi mereka ke wilayah Gaza. Akibat dari agresi militer Israel, setidaknya 1.810 warga Gaza telah tewas, dan 8.000 lainnya menderita luka-luka.
"Selama 27 hari terakhir, Israel telah menewaskan dan melukai 17 warga sipil Palestina setiap jamnya, mereka juga telah membunuh satu anak Palestina setiap tiga jam sejak awal agresi ,” ungkap Abbas.
Sebagai bentuk komitmennya terhadap upaya gencatan senjata, Abbas telah mengirim delegasi Palestina ke Kairo untuk membahas mengenai gencatan senjata. Tetapi, dirinya menyatakan Israel menolak mengirimkan delegasinya ke Kairo untuk membahas hal ini.
"Kami mengirim delegasi Palestina ke Kairo untuk konfirmasi komitmen dan keinginan kita untuk menghentikan perang, agresi dan pertumpahan darah rakyat kita, namun pemerintah Israel menolak untuk mengirim delegasi ke Kairo dengan alasan yang tidak kuat,” ucap Abbas.
(esn)