Sudah Lebih dari 1.700 Warga Palestina Tewas
Minggu, 03 Agustus 2014 - 10:58 WIB
Sudah Lebih dari 1.700 Warga Palestina Tewas
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, serangan terhadap jalur Gaza tidak akan berhenti. Pernyataan itu muncul di tengah semakin meningkatnya korban dari pihak warga Gaza, sudah lebih dari 1.700 orang tewas dan lebih dari 8.000 orang menderita luka-luka akibat agresi Israel terhadap Gaza.
Netanyahu menyatakan, misi pertama mereka untuk menghancurkan terowongan yang dibuat oleh Hamas sudah hampir selesai. Namun, melansir Al Jazeera, Minggu (3/7/2014), dirinya juga menyatakan Israel masih akan terus bertindak selama Isreal masih dalam ancaman.
“Tentara Israel akan terus bertindak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh negara, untuk menjamin kemanan Israel dan Hamas akan membayar sangat mahal karena terus mengancam keamanan negara kami,” ungkap Netanyahu.
Sementara itu, pihak Hamas sendiri menyatakan apa yang disampaikan oleh Netantanyahu sebagai bentuk rasa frustasi dirinya. Juru bicara senior Hamas, Izzat al-Rishq menyebut pernyataan Perdana Menteri negeri Zionis itu sebagai deklarasi kegagalan dan kekalahan.
“Pidato Netanyahu seperti menegaskan dirinya dalam keadaan frutasi, dan secara tidak langsung dirinya mengakui kegagalan melakukan agresi terhadap rakyat kami di Jalur Gaza. Pernyataan itu adalah upaya putus asa Netanyahu untuk meningkatkan semangat pasukannya yang sudah runtuh,” ucap Rishq.
Dirinya menegaskan, bahwa Hamas tidak akan pernah menyerah untuk melakukan perlawanan terhadap Israel. “Kami akan selalu membela rakyat kami sampai musuh berhenti melakukan agresinya, dan melepaskan blokade,” ungkapnya.
Sebelumnya, Netanyahu pernah menyatakan agresi militer Israel terhadap wilayah Gaza akan berlangsung panjang. Dirinya bahkan telah memerintahkan seluruh pasukan Israel untuk bersiap-bersiap melakukan pertempuran untuk waktu cukup yang lama.
Netanyahu menyatakan, misi pertama mereka untuk menghancurkan terowongan yang dibuat oleh Hamas sudah hampir selesai. Namun, melansir Al Jazeera, Minggu (3/7/2014), dirinya juga menyatakan Israel masih akan terus bertindak selama Isreal masih dalam ancaman.
“Tentara Israel akan terus bertindak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh negara, untuk menjamin kemanan Israel dan Hamas akan membayar sangat mahal karena terus mengancam keamanan negara kami,” ungkap Netanyahu.
Sementara itu, pihak Hamas sendiri menyatakan apa yang disampaikan oleh Netantanyahu sebagai bentuk rasa frustasi dirinya. Juru bicara senior Hamas, Izzat al-Rishq menyebut pernyataan Perdana Menteri negeri Zionis itu sebagai deklarasi kegagalan dan kekalahan.
“Pidato Netanyahu seperti menegaskan dirinya dalam keadaan frutasi, dan secara tidak langsung dirinya mengakui kegagalan melakukan agresi terhadap rakyat kami di Jalur Gaza. Pernyataan itu adalah upaya putus asa Netanyahu untuk meningkatkan semangat pasukannya yang sudah runtuh,” ucap Rishq.
Dirinya menegaskan, bahwa Hamas tidak akan pernah menyerah untuk melakukan perlawanan terhadap Israel. “Kami akan selalu membela rakyat kami sampai musuh berhenti melakukan agresinya, dan melepaskan blokade,” ungkapnya.
Sebelumnya, Netanyahu pernah menyatakan agresi militer Israel terhadap wilayah Gaza akan berlangsung panjang. Dirinya bahkan telah memerintahkan seluruh pasukan Israel untuk bersiap-bersiap melakukan pertempuran untuk waktu cukup yang lama.
(esn)