Israel Telah Hancurkan 5.000 Rumah di Gaza
Rabu, 30 Juli 2014 - 16:23 WIB
Israel Telah Hancurkan 5.000 Rumah di Gaza
A
A
A
GAZA - Kementerian Kesehatan Palestina mengeluarkan data yang menunjukan kerusakan yang diakibatkan oleh agresi militer Israel. Menurut mereka, sekitar 5.000 rumah di Gaza telah rata dengan tanah akibat terjangan roket Israel.
“Total 4.987 rumah telah hancur oleh serangan yang dilakukan Israel, baik dari darat maupun dari udara dalam kurun waktu 22 hari terakhir,” ungkap Juru bicara Departemen Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qidra.
Melansir Maan News, Rabu (30/7/2014), al-Qedra meyakini, jumlah kerusakan ini akan mengalami peningkatan setiap harinya. Sebab, Israel telah menyatakan, mereka tidak akan menghentikan serangan dalam wakti dekat.
“Sekitar 26 ribu lebih mengalami kerusakan akibat serangan militer Israel, 4.000 diantanya sudah tidak layak huni karena mengalami kerusakan yang sangat parah,” al-Qedra menamhkan dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, PBB sendiri mengatakan, sekitar 200 ribu warga Gaza telah meninggalkan rumah mereka di tengah serangan Israel paling berdarah di Gaza. Wilayah Gaza sendiri telah menghadapi blokade Israel sejak 2009 lalu.
PBB akhirnya menggunakan sekolah-sekolah mereka yang berada di Gaza sebagai tempat penampungan bagi para pengungsi. Namun, lokasi itupun tak luput dari serangan militer Israel. Terakhir, 13 orang tewas akibat roket yang menghantam sekolah PBB di Gaza utara.
“Total 4.987 rumah telah hancur oleh serangan yang dilakukan Israel, baik dari darat maupun dari udara dalam kurun waktu 22 hari terakhir,” ungkap Juru bicara Departemen Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qidra.
Melansir Maan News, Rabu (30/7/2014), al-Qedra meyakini, jumlah kerusakan ini akan mengalami peningkatan setiap harinya. Sebab, Israel telah menyatakan, mereka tidak akan menghentikan serangan dalam wakti dekat.
“Sekitar 26 ribu lebih mengalami kerusakan akibat serangan militer Israel, 4.000 diantanya sudah tidak layak huni karena mengalami kerusakan yang sangat parah,” al-Qedra menamhkan dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, PBB sendiri mengatakan, sekitar 200 ribu warga Gaza telah meninggalkan rumah mereka di tengah serangan Israel paling berdarah di Gaza. Wilayah Gaza sendiri telah menghadapi blokade Israel sejak 2009 lalu.
PBB akhirnya menggunakan sekolah-sekolah mereka yang berada di Gaza sebagai tempat penampungan bagi para pengungsi. Namun, lokasi itupun tak luput dari serangan militer Israel. Terakhir, 13 orang tewas akibat roket yang menghantam sekolah PBB di Gaza utara.
(esn)