Pesawat Aljazair Ditemukan di Mali, Semua Penumpang Tewas

Jum'at, 25 Juli 2014 - 10:21 WIB
Pesawat Aljazair Ditemukan...
Pesawat Aljazair Ditemukan di Mali, Semua Penumpang Tewas
A A A
BAMAKO - Puing-puing pesawat Air Algerie AH5017 yang jatuh kemarin telah ditemukan di padang pasir wilayah Mali utara, Jumat (25/7/2014). Pejabat setempat memastikan tidak ada orang yang selamat dalam tragedi pesawat Aljazair itu.

Ini adalah tragedi pesawat ketiga dalam seminggu terakhir setelah jatuhnya Malaysia Airlines MH17 yang merenggut nyawa 298 orang, dan disusul kecelakaan pesawat TransAsia Airways di Taiwan, di mana 48 orang dinyatakan tewas.

Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, kepada CNN, mengatakan bahwa Prancis telah membantu mencari pesawat Air Algerie bersama dengan personel Aljazair dan petugas PBB di wilayah tersebut. (Baca: Pesawat Aljazair Dipastikan Jatuh)

Pesawat dengan nomor penerbangan AH5017 itu, membawa 116 orang. Pesawat semula dilaporkan hilang dari pantauan radar pada pukul 01.38 waktu setempat atau 09.38 WIB kemarin. Pesawat dilaporkan hilang setelah muncul badai di wilayah Mali.

Dari 116 orang yang ada di pesawat itu, 50 di antaranya merupakan warga negara Prancis. Mali akan memimpin penyelidikan tragedi jatuhnya pesawat Air Algerie.

“Pihak berwenang kehilangan kontak dengan pesawat sekitar 50 menit setelah lepas landas dari Burkina Faso, pukul 01.17 waktu setempat, dan seharusnya mendarat di Algerie pada pukul 05.10 waktu setempat,” kata pihak maskapai dalam sebuah pernyataan.

Mali merupakan wilayah yang terletak di antara Burkina Faso dan Aljazair. Ahli meteorologi terkemuka, Mari Ramos, mengatakan, pesawat itu nekat terbang di wilayah yang diterjang badai.

Manajer masakapi Air Algerie, Zoheir Houaoui, mengatakan pesawat itu membawa 110 penumpang dan enam awak.

Dari daftar manifest penumpang yang dirilis, 50 orang tercatat sebafai warga Perancis; 24 orang warga Burkina Faso; delapan warga Libanon; enam warga Aljazair; lima warga Kanada; empat Jerman; dan dua warga Luksemburg. Kemudian warga Mali; Kamerun; Belgia; Ukraina; Rumania; Swiss; Nigeria; dan Mesir masing-masing satu orang.
(mas)
Berita Terkait
Tuntut Presiden Mundur,...
Tuntut Presiden Mundur, Demonstran Duduki Stasiun TV Pemerintah Mali
Sepuluh Tentara Mali...
Sepuluh Tentara Mali Tewas Setelah Disergap Militan
Diduga Pemberontakan,...
Diduga Pemberontakan, Suara Tembakan Terdengar di Kamp Militer Mali
Tersangka Pelaku Penyerangan...
Tersangka Pelaku Penyerangan Presiden Mali Meninggal dalam Tahanan
Militer Mali Berjanji...
Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta
Presiden Negara-negara...
Presiden Negara-negara Afrika Barat Akan Kunjungi Mali
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
6 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
40 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
1 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved