Dampak Insiden MH17, Belanda Masih Dirundung Duka
Senin, 21 Juli 2014 - 19:51 WIB
Dampak Insiden MH17, Belanda Masih Dirundung Duka
A
A
A
AMSTERDAM - Insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Belanda. Hal ini dikarenakan lebih dari setengah penumpang pesawat itu adalah warga negara Belanda.
Melansir Channel News Asia, Senin (21/7/2014), gereja-gereja di kota Amsterdam terlihat terus memberikan pelayanan kepada mereka yang ingin mendoakan para korban pesawat nahas tersebut. Ini juga terjadi pada tempat peribadatan lainnya.
“Semua orang berduka dengan cara mereka sendiri. Satu hal yang pasti, kecelakaan ini berdampak bagi semua orang di Belanda. Bukan hanya keluarga korban, bahkan petugas bandara pun merasakan kepedihan yang sama,” ungkap Corinne De Klerk, ketua gereja katolik dan kapel di bandara Schiphol.
De Klerk mengatakan gerejanya telah berusaha untuk memberikan nasihat dan melakukan pendekatan kepada keluarga korban untuk terus membimbing mereka.”Kami berusaha menghibur mereka,” ucap De Klerk.
“Satu hal yang saat ini mereka inginkan, bahkan yang kita semua inginkan, yaitu jenazah para korban bisa secepatnya dipulangkan ke Belanda, agar kami bisa secepatnya memakamkan mereka,” De Klerk menambahkan.
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte menyatakan, saat ini dirinya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmermans untuk pergi menemui Dewan Keamanan PBB di New York untuk membahas masalah ini.
“Kami meminta kepada PBB untuk memberikan bantuan kepada tim internasional, dengan tujuan untuk mengamankan pemulangan jenazah secepatnya dan memastikan bahwa semua fakta terungkap tentang peristiwa mengerikan MH17,” ucap Rutter.
Melansir Channel News Asia, Senin (21/7/2014), gereja-gereja di kota Amsterdam terlihat terus memberikan pelayanan kepada mereka yang ingin mendoakan para korban pesawat nahas tersebut. Ini juga terjadi pada tempat peribadatan lainnya.
“Semua orang berduka dengan cara mereka sendiri. Satu hal yang pasti, kecelakaan ini berdampak bagi semua orang di Belanda. Bukan hanya keluarga korban, bahkan petugas bandara pun merasakan kepedihan yang sama,” ungkap Corinne De Klerk, ketua gereja katolik dan kapel di bandara Schiphol.
De Klerk mengatakan gerejanya telah berusaha untuk memberikan nasihat dan melakukan pendekatan kepada keluarga korban untuk terus membimbing mereka.”Kami berusaha menghibur mereka,” ucap De Klerk.
“Satu hal yang saat ini mereka inginkan, bahkan yang kita semua inginkan, yaitu jenazah para korban bisa secepatnya dipulangkan ke Belanda, agar kami bisa secepatnya memakamkan mereka,” De Klerk menambahkan.
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte menyatakan, saat ini dirinya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmermans untuk pergi menemui Dewan Keamanan PBB di New York untuk membahas masalah ini.
“Kami meminta kepada PBB untuk memberikan bantuan kepada tim internasional, dengan tujuan untuk mengamankan pemulangan jenazah secepatnya dan memastikan bahwa semua fakta terungkap tentang peristiwa mengerikan MH17,” ucap Rutter.
(esn)