Jika Gencatan Senjata Dimulai, Separatis Buka Akses ke Lokasi MH17
Minggu, 20 Juli 2014 - 15:54 WIB
Jika Gencatan Senjata Dimulai, Separatis Buka Akses ke Lokasi MH17
A
A
A
DONETSK - Separatis pro-Rusia pada Minggu (20/7/2014) menyatakan, mereka akan membebaskan para peneliti dan tim evakuasi masuk ke lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17. Namun, hal ini baru bisa dilakukan bila gencatan senjata resmi dimulai.
Melansir Channel News Asia, pernyataan ini diungkapkan langsung oleh Deputi Perdana Menter Republik Rakyat Donetsk, Andrei Purgin. Dia juga menjamin keamanan semua tim yang ada di lokasi jatuhnya pesawat MH17, bila gencatan senjata resmi dilaksanakan.
"Kami akan menjamin keamanan para ahli internasional yang berada di tempat kejadian, setelah Kiev menyimpulkan perjanjian mengenai gencatan senjata," ungkap Purgin melalui sebuah pernyataan.
Purgin mendesak Ukraina untuk segera merumuskan perjanjian gencatan senjata dengan mereka. Dia beralasan, hal ini menjadi sangat darurat untuk kelancaran proses invetigasi dan evakuasi para korban.
Ia mengaku akan sangat menyayangkan bila pihak Kiev gagal menyimpulkan perjanjian gencatan senjata itu. Menurut Purgin, bila perjanjian tidak tercapai, secara tidak langsung Ukriana tidak mendukung upaya investigasi pesawat itu.
“Kegagalan untuk melakukannya (gencatan sejata) akan memberikan kesan bahwa pemerintah terdiri dari orang gila yang berbahaya, maniak haus darah (yang) berbahaya tidak hanya bagi penduduk Donbass tetapi juga bagi masyarakat dunia," Purgin menambahkan.
Melansir Channel News Asia, pernyataan ini diungkapkan langsung oleh Deputi Perdana Menter Republik Rakyat Donetsk, Andrei Purgin. Dia juga menjamin keamanan semua tim yang ada di lokasi jatuhnya pesawat MH17, bila gencatan senjata resmi dilaksanakan.
"Kami akan menjamin keamanan para ahli internasional yang berada di tempat kejadian, setelah Kiev menyimpulkan perjanjian mengenai gencatan senjata," ungkap Purgin melalui sebuah pernyataan.
Purgin mendesak Ukraina untuk segera merumuskan perjanjian gencatan senjata dengan mereka. Dia beralasan, hal ini menjadi sangat darurat untuk kelancaran proses invetigasi dan evakuasi para korban.
Ia mengaku akan sangat menyayangkan bila pihak Kiev gagal menyimpulkan perjanjian gencatan senjata itu. Menurut Purgin, bila perjanjian tidak tercapai, secara tidak langsung Ukriana tidak mendukung upaya investigasi pesawat itu.
“Kegagalan untuk melakukannya (gencatan sejata) akan memberikan kesan bahwa pemerintah terdiri dari orang gila yang berbahaya, maniak haus darah (yang) berbahaya tidak hanya bagi penduduk Donbass tetapi juga bagi masyarakat dunia," Purgin menambahkan.
(esn)