Australia Desak Resolusi DK PBB Terkait MH17
Minggu, 20 Juli 2014 - 15:35 WIB
Australia Desak Resolusi DK PBB Terkait MH17
A
A
A
MELBOURNE - Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, dikabarkan akan terbang menuju ke Amerika Serikat (AS) pada Minggu (20/7/2014) malam. Di AS, Bishop akan membahas mengenai penanganan bencana MH17.
Melansir The Star, Australia adalah salah satu negara yang paling getol meminta penyelidikan pesawat nahas tersebut. Pasalnya, dari 298 korban tewas, setidaknya terdapat 28 orang warga negara Autralia di dalam pesawat.
Bishop juga akan memimpin Australia dalam mendorong resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB terkait investigasi dan evakuasi korban. Desakan ini muncul setelah tersiar kabar lokasi jatuhnya pesawat itu ditutup oleh kelompok separatis yang membuat tim peneliti dan evakuasai tidak bisa memasuki lokasi.
"Saya telah berbicara dengan perwakilan kami di PBB dan saya memahami bahwa desakan kami untuk resolusi yang mengikat akan diperdebatkan dalam pertemuan anggota DK PBB pekan depan,” ungkap Bishop.
"Saya juga akan melakukan perjalanan ke Washington untuk bertemu dengan para ahli keamanan dan intelijen untuk memastikan bahwa Australia sepenuhnya mendapatkan informasi lengkap dalam kaitannya dengan hal ini. Sebab, kami bertekad untuk memastikan apa yang terjadi, mengapa hal itu terjadi, bagaimana hal itu terjadi dan siapa yang bertanggung jawab," Bishop menambahkan.
Melansir The Star, Australia adalah salah satu negara yang paling getol meminta penyelidikan pesawat nahas tersebut. Pasalnya, dari 298 korban tewas, setidaknya terdapat 28 orang warga negara Autralia di dalam pesawat.
Bishop juga akan memimpin Australia dalam mendorong resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB terkait investigasi dan evakuasi korban. Desakan ini muncul setelah tersiar kabar lokasi jatuhnya pesawat itu ditutup oleh kelompok separatis yang membuat tim peneliti dan evakuasai tidak bisa memasuki lokasi.
"Saya telah berbicara dengan perwakilan kami di PBB dan saya memahami bahwa desakan kami untuk resolusi yang mengikat akan diperdebatkan dalam pertemuan anggota DK PBB pekan depan,” ungkap Bishop.
"Saya juga akan melakukan perjalanan ke Washington untuk bertemu dengan para ahli keamanan dan intelijen untuk memastikan bahwa Australia sepenuhnya mendapatkan informasi lengkap dalam kaitannya dengan hal ini. Sebab, kami bertekad untuk memastikan apa yang terjadi, mengapa hal itu terjadi, bagaimana hal itu terjadi dan siapa yang bertanggung jawab," Bishop menambahkan.
(esn)