Malaysia Kirim Tim Khusus Ke Ukraina
Jum'at, 18 Juli 2014 - 23:17 WIB
Malaysia Kirim Tim Khusus Ke Ukraina
A
A
A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia pada Jumat (18/7/2014) dikabarkan telah mengirimkan tim khusus ke Ukraiana. Tim ini nantinya akan membantu otoritas setempat untuk melakukan pencarian dan identifikasi korban pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17.
Melansir The Star, tim ini terdiri dari anggota militer, forensik, Departemen Penerbangan Sipil, Tim Bantuan Bencana dan Penyelamatan (SMART), Kementerian Luar Negeri dan Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim).
Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri Shahidan Kassim mengatakan, tim akan mengambil penerbangan langsung ke Kiev, yang dikoordinir oleh MAS. Tim ini sendiri terbang pukul 20.00 waktu setempat.
"Kedatangan mereka (di Ukraina) akan disambut oleh para pejabat Wisma Putra, yang kemudian akan mengatur jadwal mereka untuk melakukan operasi pencarian. Total terdapat 149 orang dalam tim ini,” ungkap Kassim.
Kassim menambahkan, dirinya tidak mengetahui dengan pasti berapa lama tim akan tinggal di Ukraina, dan tugas utama mereka adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi korban pesawat nahas tersebut.
“Saya berharap negara akan bersatu di belakang tim kami, karena mereka bekerja untuk menyelesaikan krisis. Ini adalah tragedi besar dan semua orang perlu bekerja sama. Saya berharap tim yang pergi ke sana akan tetap aman dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” Tambah Kassim.
Melansir The Star, tim ini terdiri dari anggota militer, forensik, Departemen Penerbangan Sipil, Tim Bantuan Bencana dan Penyelamatan (SMART), Kementerian Luar Negeri dan Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim).
Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri Shahidan Kassim mengatakan, tim akan mengambil penerbangan langsung ke Kiev, yang dikoordinir oleh MAS. Tim ini sendiri terbang pukul 20.00 waktu setempat.
"Kedatangan mereka (di Ukraina) akan disambut oleh para pejabat Wisma Putra, yang kemudian akan mengatur jadwal mereka untuk melakukan operasi pencarian. Total terdapat 149 orang dalam tim ini,” ungkap Kassim.
Kassim menambahkan, dirinya tidak mengetahui dengan pasti berapa lama tim akan tinggal di Ukraina, dan tugas utama mereka adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi korban pesawat nahas tersebut.
“Saya berharap negara akan bersatu di belakang tim kami, karena mereka bekerja untuk menyelesaikan krisis. Ini adalah tragedi besar dan semua orang perlu bekerja sama. Saya berharap tim yang pergi ke sana akan tetap aman dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” Tambah Kassim.
(esn)