Korban Tewas Tembus 187 Jiwa, AS Dukung Invasi Israel ke Gaza

Selasa, 15 Juli 2014 - 08:44 WIB
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 187 Jiwa, AS Dukung Invasi Israel ke Gaza
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat kembali menyatakan dukungannya atas invasi Israel di Jalur Gaza Palestina. Namun, AS juga mengkritik perang darat oleh Israel yang berisiko memakan korban warga sipil lebih banyak.

Menurut Gedung Putih, dukungan invasi Israel di Jalur Gaza karena langkah itu sebagai pembelaan diri, di mana Israel diserang roket-roket militan dari Jalur Gaza.

“Pemerintah (Israel) memiliki hak dan tanggung jawab untuk membela warganya dari serangan roket,” kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, dalam konferensi pers kemarin, seperti dikutip Reuters.

Jumlah korban tewas akibat invasi Israel di Jalur Gaza sejak Selasa pekan lalu hingga hari ini (15/7/2014) sudah mencapai 187 jiwa. PBB memastikan 80 persen korban invasi Israel adalah warga sipil.

Namun, Eernest juga mengkritik sekaligus memperingatkan Israel bahwa perang darat yang diluncurkan di Jalur Gaza berisiko tinggi. Di mana, korban tewas dari kalangan warga sipil bisa terus bertambah. ”Tak seorang pun ingin melihat invasi darat karena itu akan menempatkan lebih banyak warga sipil pada risiko,” ujar Earnest.

Meski mendukung invasi Israel, namun peringatan terhadap Israel itu merupakan peringatan pertama kali yang dikeluarkan Gedung Putih terhadap sekutu utama AS itu. Para pejabat AS, termasuk Menteri Luar Negeri John Kerry menyatakan bahwa Washington tidak ingin melihat korban warga sipil jatuh lebih banyak.

Menurut Earnest, Washington meminta kedua belah pihak, yakni Israel dan Hamas untuk meminimalkan korban jiwa dalam konflik itu.Earnest menolak menjawab pertanyaan, apakah Israel menggunakan sistem pencegat rudal Iron Dome yang dibangun AS. Iron Dome selama ini menjadi tameng andalan Israel untuk menangkis serangan roket-roket militan di Jalur Gaza yang ditembakkan ke Israel.

AS minta militan radikal di Palestina bertanggung jawab atas penderitaan warga sipil di Jalur Gaza. Sebab, menurut Earnest, invasi Israel dipicu oleh serangan roket-roket militan di Jalur Gaza yang membahayakan Israel.

“Kita perlu (memastikan) Hamas berhenti meluncurkan roket yang menempatkan warga Israel dalam bahaya,” katanya. “Pada saat yang sama, AS juga sangat prihatin tentang nasib orang-orang sipil Palestina yang berada dalam bahaya.”

”Itulah sebabnya kami telah mendesak para pemimpin politik Israel dan pemimpin Palestina untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk mencoba untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga sipil di kedua sisi perbatasan,” imbuh Earnest.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
35 menit yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
2 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
4 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
4 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved