Beredar, Rekaman Suara Mantan Wapres Irak Dukung ISIS
Minggu, 13 Juli 2014 - 20:50 WIB
Beredar, Rekaman Suara Mantan Wapres Irak Dukung ISIS
A
A
A
BAGHDAD - Sebuah rekaman suara yang diduga dibuat oleh mantan Wakil Presiden era Saddam Hussein, Izzat Ibrahim al-Douri (77), tersebar di dunia maya. Dalam rekaman itu al-Douri memuji langkah Negara Islam Irak dan Suiah (ISIS) dan menyatakan bahwa Irak tak lama lagi akan merdeka dari pemerintahan saat ini.
Melansir Al Arabiya, Minggu (13/7/2014), dalam rekaman berdurasi 15 menit tersebut, al-Douri yang saat ini sedang menjadi buronan pemerintah Irak, menyerukan semua rakyat untuk bergabung dengan ISIS dan turun berjuang demi kemerdekaan Irak.
“Bergabunglah kalian (warga Irak) dengan para pemberontah, mereka telah memerdekakan lebih dari separuh negara (Irak),” ungkap al Douri dalam rekaman tersebut.
"Pembebasan Baghdad hanya tinggal menunggu waktu. Setiap orang harus turut berpartisipasi sesuai dengan kemampuannya untuk membebaskan tanah tercinta kita. Karena, tanpa kebaebasan maka tidak akan ada kehormatan,” rekaman tersebut melanjutkan.
Namun, ia juga mengisyaratkan perpecahan semakin jelas di antara berbagai kelompok yang memerangi pasukan Maliki, dan menyerukan kepada setiap kelompok untuk menahan ego mereka demi kemerdekaan Irak.
Tetapi, beberapa pihak masih meragukan keaslian rekaman tersebut. Menurut beberapa pengamat, rekaman tersebut harus melalui serangkaian pengujian terlebih dahulu, sebelum dapat diputuskan apakah rekaman tersebut asli atau bukan.
Melansir Al Arabiya, Minggu (13/7/2014), dalam rekaman berdurasi 15 menit tersebut, al-Douri yang saat ini sedang menjadi buronan pemerintah Irak, menyerukan semua rakyat untuk bergabung dengan ISIS dan turun berjuang demi kemerdekaan Irak.
“Bergabunglah kalian (warga Irak) dengan para pemberontah, mereka telah memerdekakan lebih dari separuh negara (Irak),” ungkap al Douri dalam rekaman tersebut.
"Pembebasan Baghdad hanya tinggal menunggu waktu. Setiap orang harus turut berpartisipasi sesuai dengan kemampuannya untuk membebaskan tanah tercinta kita. Karena, tanpa kebaebasan maka tidak akan ada kehormatan,” rekaman tersebut melanjutkan.
Namun, ia juga mengisyaratkan perpecahan semakin jelas di antara berbagai kelompok yang memerangi pasukan Maliki, dan menyerukan kepada setiap kelompok untuk menahan ego mereka demi kemerdekaan Irak.
Tetapi, beberapa pihak masih meragukan keaslian rekaman tersebut. Menurut beberapa pengamat, rekaman tersebut harus melalui serangkaian pengujian terlebih dahulu, sebelum dapat diputuskan apakah rekaman tersebut asli atau bukan.
(esn)