AS Culik Hacker Rusia agar Ditukar dengan Snowden

Rabu, 09 Juli 2014 - 14:44 WIB
AS Culik Hacker Rusia...
AS Culik Hacker Rusia agar Ditukar dengan Snowden
A A A
MOSKOW - Penculikan pria Rusia, Roman Seleznyov, 30, oleh Amerika Serikat (AS) diyakini karena untuk ditukar dengan buronan intelijen AS, Edward Snowden, 30 yang saat ini bersembunyi di Rusia.

Roman Seleznyov, ditangkap di bandara internasional Maladewa, saat ia hendak naik pesawat ke Moskow. Dia dipaksa oleh agen-agen dinas rahasia AS untuk naik pesawat pribadi ke Guam. Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan tindakan AS itu merupakan penculikan.

Valery Selesnyov, anggota parlemen Rusia yang juga ayah dari Roman meyakini, anaknya diculik atas tuduhan palsu sebagai hacker yang membobol keuangan bank di AS. Dia percaya, anaknya diculik untuk ditukar dengan Snowden. (Baca: Hacker Moskow Diculik AS, Rusia Marah Besar)

Motif AS itu, katanya, mirip dengan kasus yang menimpa warga Rusia sebelumnya. ”Hal yang sama terjadi pada Viktor Bout dan Konstantin Yaroshenko, warga Rusia yang dipaksa untuk pergi ke AS dari negara ketiga dan dihukum atas tuduhan yang meragukan,” kata Valery Selesnyov, dalam wawancaranya dengan Russia Today, yang dilansir Rabu (9/7/2014).."

”Untuk semua itu, saya tahu bahwa mereka mungkin menuntut uang tebusan besok. Atau mencoba untuk menukar dia dengan bekas kontraktor NSA, (Edward) Snowden atau seseorang. lainnya Kita hanya bisa bertanya-tanya,” lanjut dia.

Kobarkan Permusuhan

Moskow menganggap penculikan warga Rusia itu sebagai langkah permusuhan baru yang dikobarkan Washington. Valery mengaku sudah tidak bisa menghubungi anaknya. ”Mereka (agen-agen AS) membawanya ke Guam karena hukum Amerika tidak sepenuhnya berlaku di sana (AS),” kata anggota parlemen Rusia itu.

Layanan Rahasia AS sebelumnya mengkonfirmasi bahwa Roman Seleznyov didakwa atas berbagai tuduhan, termasuk pencurian identitas, penipuan bank, dan mengakses komputer yang dilindungi secara ilegal.

Ia dituduh mencuri dan menjual data kartu kredit warga AS antara 2009 dan 2011. Jika tuduhan itu terbukti, dia terancam hukuman hingga 30 tahun penjara.

”Penangkapan penting ini mengirimkan pesan yang jelas. Ini kejahatan terorganisir. Departemen ini akan terus mengganggu dan membongkar organisasi kriminal yang canggih,” kata Jeh Johnson, Menteri Keamanan Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
30 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved