Tertekan, Donetsk Jadi Benteng Terakhir Separatis Pro-Rusia
Senin, 07 Juli 2014 - 13:01 WIB
Tertekan, Donetsk Jadi Benteng Terakhir Separatis Pro-Rusia
A
A
A
DONETSK - Kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur terus tertekan mundur oleh serangkaian serangan pasukan Ukraina. Mereka kini mempersiapkan pertahanan terakhir di Dontesk, Ukraina timur.
Para milisi separatis terus dikejar pasukan Ukraina, setelah pemerintah Ukraina yang beribukota di Kiev bersumpah untuk mengepung Kota Donetsk. Para milisi separatis pro-Rusia kini bertahan di Donetsk, setelah basis mereka di Slavyansk digempur dan direbut pasukan Ukraina.
Menteri Pertahanan Ukraina, Valeriy Heletey, mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah menghancurkan berbagai kendaraan lapis baja milik separatis. Dia juga mengklaim bahwa pasukan Ukraina telah membunuh puluhan pemberontak di Slavyansk yang melarikan diri.
“Tentara akan melanjutkan fase aktif sampai di wilayah Donetsk dan Luhansk tidak ada teroris kiri lagi,” katanya, seperti dikutip Fox News, Senin (7/7/2014).
Sejumlah media melaporkan, bahwa pemberontak telah meninggalkan Kota Kramatorsk, yang berada tepat di sebelah selatan Slavyansk. Kantor berita BBC menulis, kota-kota di Artyomivsk dan Druzhkivka juga telah direbut kembali oleh pasukan Ukraina.
Para pemberontak disebut-sebut telah melakukan pertemuan dengan pejabat dekat Presiden Rusia, Vladimir Putin setelah mereka mengalami kekalahan telak dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina.
Pihak Moskow sendiri telah dituduh Kiev dan Washington, bahwa mereka mengobarkan pemberontakan di Ukraina timur untuk melemahkan pemerintah Ukraina yang pro-Eropa , setelah presiden Ukraina pro-Rusia Viktor Yanukovych digulingkan Februari 2014 lalu.
Pemerintah Putin sendiri berkali-kali membantah tuduhan negara-negara Barat, bahwa Rusia memasok berbagai senjata dan tank untuk kelompok separatis di Ukraina timur. Namun, para pemberontak pekan lalu telah meminta Rusia mengirimkan bantuan militer karena warga etnis Rusia di Ukraina timur semakin terancam.
Para milisi separatis terus dikejar pasukan Ukraina, setelah pemerintah Ukraina yang beribukota di Kiev bersumpah untuk mengepung Kota Donetsk. Para milisi separatis pro-Rusia kini bertahan di Donetsk, setelah basis mereka di Slavyansk digempur dan direbut pasukan Ukraina.
Menteri Pertahanan Ukraina, Valeriy Heletey, mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah menghancurkan berbagai kendaraan lapis baja milik separatis. Dia juga mengklaim bahwa pasukan Ukraina telah membunuh puluhan pemberontak di Slavyansk yang melarikan diri.
“Tentara akan melanjutkan fase aktif sampai di wilayah Donetsk dan Luhansk tidak ada teroris kiri lagi,” katanya, seperti dikutip Fox News, Senin (7/7/2014).
Sejumlah media melaporkan, bahwa pemberontak telah meninggalkan Kota Kramatorsk, yang berada tepat di sebelah selatan Slavyansk. Kantor berita BBC menulis, kota-kota di Artyomivsk dan Druzhkivka juga telah direbut kembali oleh pasukan Ukraina.
Para pemberontak disebut-sebut telah melakukan pertemuan dengan pejabat dekat Presiden Rusia, Vladimir Putin setelah mereka mengalami kekalahan telak dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina.
Pihak Moskow sendiri telah dituduh Kiev dan Washington, bahwa mereka mengobarkan pemberontakan di Ukraina timur untuk melemahkan pemerintah Ukraina yang pro-Eropa , setelah presiden Ukraina pro-Rusia Viktor Yanukovych digulingkan Februari 2014 lalu.
Pemerintah Putin sendiri berkali-kali membantah tuduhan negara-negara Barat, bahwa Rusia memasok berbagai senjata dan tank untuk kelompok separatis di Ukraina timur. Namun, para pemberontak pekan lalu telah meminta Rusia mengirimkan bantuan militer karena warga etnis Rusia di Ukraina timur semakin terancam.
(mas)