Jurus Licik Israel, Sebar Permen Ramadan Anti-Hamas
Senin, 30 Juni 2014 - 12:57 WIB
Jurus Licik Israel, Sebar Permen Ramadan Anti-Hamas
A
A
A
TEPI BARAT - Propaganda anti-Hamas diluncurkan Israel saat bocah-bocah Palestina menjalani Ramadan perdana tahun ini. Israel membagikan ratusan permen atau lollipop berbungkus pesan anti-Hamas, kepada bocah-bocah Palestina di Tepi Barat.
Propaganda Israel dengan permen itu sebagai bagian dari upaya lain untuk melemahkan gerakan faksi di Palestina. Ratusan perman itu dibagi-bagikan pada Minggu kemarin di Kota Nablus dan Ramallah.”Dengan tulisan pesan; Selamat Ramadan, sedikit manis setelah Hamas membuat hidup Anda pahit di Tepi Barat,” tulis kantor berita Ma’an, Senin (30/6/2014).
Saksi mata mengatakan, ratusan permen dilemparkan para tentara Israel di jalanan. Aksi itu menyusul tindakan pasukan Israel yang menyebar kotak korek api di berbagai jalan di Nablus. ”Dengan pesan; Berhati-hatilah Hamas menyulut Tepi Barat!,” lanjut laporan media Palestina itu.
Pada 2008-2009 Israel menggunakan taktik perang psikologis yang sama selama operasi di Gaza. Kala itu, Angkatan Pertahanan Israel menyebarkan ratusan pamflet dengan pesan yang khusus ditujukan kepada kelompok Hamas.
”Kematian Anda sudah dekat; Anda tidak memiliki kesempatan untuk melawan unit khusus IDF (tentara Israel) dan senjata kami. Pemimpin Anda telah melarikan diri dan meninggalkan Anda sendirian di lapangan,” bunyi pesan di pamflet itu.
Seorang profesor ilmu politik di Universitas Bir Zeit, Sameeh Hammoudah, mengatakan kepada Times of Israel, bahwa jenis metode dapat menjadi bumerang. ”Ini omong kosong; itu tidak akan membawa manfaat ke Israel,” katanya.
”Sebaliknya, itu akan menimbulkan reaksi simpati terhadap Hamas. Palestina marah dengan kebijakan Israel dan akan berpihak pada mereka yang melawan Israel, "kata Hammoudah.
Israel dalam beberapa hari ini telah menangkap sejumlah warga Palestina, setelah tiga remaja Israel hilang di Tepi Barat. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuduh tiga remaja Israel itu diculik militan Hamas.
Propaganda Israel dengan permen itu sebagai bagian dari upaya lain untuk melemahkan gerakan faksi di Palestina. Ratusan perman itu dibagi-bagikan pada Minggu kemarin di Kota Nablus dan Ramallah.”Dengan tulisan pesan; Selamat Ramadan, sedikit manis setelah Hamas membuat hidup Anda pahit di Tepi Barat,” tulis kantor berita Ma’an, Senin (30/6/2014).
Saksi mata mengatakan, ratusan permen dilemparkan para tentara Israel di jalanan. Aksi itu menyusul tindakan pasukan Israel yang menyebar kotak korek api di berbagai jalan di Nablus. ”Dengan pesan; Berhati-hatilah Hamas menyulut Tepi Barat!,” lanjut laporan media Palestina itu.
Pada 2008-2009 Israel menggunakan taktik perang psikologis yang sama selama operasi di Gaza. Kala itu, Angkatan Pertahanan Israel menyebarkan ratusan pamflet dengan pesan yang khusus ditujukan kepada kelompok Hamas.
”Kematian Anda sudah dekat; Anda tidak memiliki kesempatan untuk melawan unit khusus IDF (tentara Israel) dan senjata kami. Pemimpin Anda telah melarikan diri dan meninggalkan Anda sendirian di lapangan,” bunyi pesan di pamflet itu.
Seorang profesor ilmu politik di Universitas Bir Zeit, Sameeh Hammoudah, mengatakan kepada Times of Israel, bahwa jenis metode dapat menjadi bumerang. ”Ini omong kosong; itu tidak akan membawa manfaat ke Israel,” katanya.
”Sebaliknya, itu akan menimbulkan reaksi simpati terhadap Hamas. Palestina marah dengan kebijakan Israel dan akan berpihak pada mereka yang melawan Israel, "kata Hammoudah.
Israel dalam beberapa hari ini telah menangkap sejumlah warga Palestina, setelah tiga remaja Israel hilang di Tepi Barat. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuduh tiga remaja Israel itu diculik militan Hamas.
(mas)