Oposisi Sesumbar Rezim Iran Segera Tumbang
Jum'at, 27 Juni 2014 - 18:51 WIB
Oposisi Sesumbar Rezim Iran Segera Tumbang
A
A
A
TEHERAN - Kelompok oposisi Iran menggelar pertemuan terbesar tahunan, dan mengumpulkan 100 ribu massa di aula besar di luar Paris selama berjam-jam. Mereka menggalang kekuatan untuk menggulingkan rezim Iran.
Oposisi sesumbar bahwa rezim Iran akan tumbang tidak lama lagi. ”Saya yakin bahwa kediktatoran religius para Mullah yang berkuasa di Iran tidak akan berlangsung pada abad ke-21 dan akan digulingkan,” ucap pemimpin Dewan Perlawanan Iran, Maryam Rajavi, dalam wawancaranya dengan Fox News, Jumat (27/6/2014).
“Itu benar-benar membutuhkan logika jika mengharapkan kediktatoran agama ini, pendiri terorisme dan fundamentalisme di seluruh wilayah tersebut dan sedang berusaha membuat senjata nuklir, untuk mengambil sandera kebijakan internasional, guna bertahan,” lanjut Maryam.
Maryam menuduh, rezim Iran sengaja menghilangkan lawan-lawannya dengan eksekusi. Tujuannya, untuk membungkam kelompok oposisi.”Para Mullah tidak mewakili rakyat Iran," katanya. ”Apa yang orang-orang Iran rindukan dan siapa yang mewakili mereka, adalah rakyat Iran yang melakukan perlawanan,” katanya lagi
“Perlawanan Iran membayangkan sebuah Iran yang bebas, demokratis dan di mana kotak suara berbicara, Iran yang non-nuklir, dengan kesetaraan gender, di mana perempuan dan laki-laki dan pemuda menikmati hak yang sama dan tidak mengancam dan membahayakan dunia dengan perang dan tantangan,” imbuh Maryam.
Kelompok, yang juga dikenal sebagai MEK, atau Mujahdin Organisasi Rakyat Iran itu merupakan kelompok oposisi yang pertama mengobarkan pertempuran melawan Shah Iran dan kemudian berbalik menyerukan untuk menentang rezim Iran saat ini.
Namun kelompok ini bukan tanpa kontroversi. Kelompok ini ini terdaftar sebagai organisasi teroris selama bertahun-tahun, dan baru diakui terdaftar oleh pemerintah Eropa dan Amerika Serikat dalam enam tahun terakhir.
Pemerintah Iran belum merespon ancaman penggulingan dari oposisi itu. Namun, pemerintah Iran sudah lama memerangi kelompok yang ada di pengasingan tersebut.
Oposisi sesumbar bahwa rezim Iran akan tumbang tidak lama lagi. ”Saya yakin bahwa kediktatoran religius para Mullah yang berkuasa di Iran tidak akan berlangsung pada abad ke-21 dan akan digulingkan,” ucap pemimpin Dewan Perlawanan Iran, Maryam Rajavi, dalam wawancaranya dengan Fox News, Jumat (27/6/2014).
“Itu benar-benar membutuhkan logika jika mengharapkan kediktatoran agama ini, pendiri terorisme dan fundamentalisme di seluruh wilayah tersebut dan sedang berusaha membuat senjata nuklir, untuk mengambil sandera kebijakan internasional, guna bertahan,” lanjut Maryam.
Maryam menuduh, rezim Iran sengaja menghilangkan lawan-lawannya dengan eksekusi. Tujuannya, untuk membungkam kelompok oposisi.”Para Mullah tidak mewakili rakyat Iran," katanya. ”Apa yang orang-orang Iran rindukan dan siapa yang mewakili mereka, adalah rakyat Iran yang melakukan perlawanan,” katanya lagi
“Perlawanan Iran membayangkan sebuah Iran yang bebas, demokratis dan di mana kotak suara berbicara, Iran yang non-nuklir, dengan kesetaraan gender, di mana perempuan dan laki-laki dan pemuda menikmati hak yang sama dan tidak mengancam dan membahayakan dunia dengan perang dan tantangan,” imbuh Maryam.
Kelompok, yang juga dikenal sebagai MEK, atau Mujahdin Organisasi Rakyat Iran itu merupakan kelompok oposisi yang pertama mengobarkan pertempuran melawan Shah Iran dan kemudian berbalik menyerukan untuk menentang rezim Iran saat ini.
Namun kelompok ini bukan tanpa kontroversi. Kelompok ini ini terdaftar sebagai organisasi teroris selama bertahun-tahun, dan baru diakui terdaftar oleh pemerintah Eropa dan Amerika Serikat dalam enam tahun terakhir.
Pemerintah Iran belum merespon ancaman penggulingan dari oposisi itu. Namun, pemerintah Iran sudah lama memerangi kelompok yang ada di pengasingan tersebut.
(mas)