Diancam Sanksi oleh AS, Rusia Tak Gentar
Selasa, 24 Juni 2014 - 16:14 WIB
Diancam Sanksi oleh AS, Rusia Tak Gentar
A
A
A
JAKARTA - Rusia untuk ketiga kalinya kembali diancam Amerika Serikat (AS) an Uni Eropa (UE) akan dikenai sanksi. Ancaman itu muncul setelah Rusia dianggap tidak mau untuk menggunakan pengaruhnya untuk membujuk separatis Ukraina agar meletakkan senjata.
Namun, Rusia tidak gentar dengan ancaman AS dan Uni Eropa. Saat ditemui Sindonews di kediamannya, di Jakarta pada Selasa (24/6/2014), Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y Galuzin, menyatakan akan sangat sulit bila ingin mengsolasi Rusia dari dunia internasional.
"Sangat tidak mungkin untuk mengisolasi Rusia, karena Rusia terlalu besar, terlalu kuat dan terlalu demokratis untuk dapat diisolasi dari dunia internasional,” ungkap Galuzin.
Pernyataan Galuzin tersebut mengacu kepada banyaknya negara-negara Eropa yang bergantung pada pasokan gas dari Negeri Beruang Merah itu.
Dia yakin sanksi yang mungkin akan dijatuhakan oleh AS dan sekutunya tidak akan terlalu berdampak pada Rusia. “Kami merasa sanksi yang dijatuhkan kepada kami tidak terlalu memberikan efek yang merusak Rusia,” ucap Galuzin.
Namun, Rusia tidak gentar dengan ancaman AS dan Uni Eropa. Saat ditemui Sindonews di kediamannya, di Jakarta pada Selasa (24/6/2014), Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y Galuzin, menyatakan akan sangat sulit bila ingin mengsolasi Rusia dari dunia internasional.
"Sangat tidak mungkin untuk mengisolasi Rusia, karena Rusia terlalu besar, terlalu kuat dan terlalu demokratis untuk dapat diisolasi dari dunia internasional,” ungkap Galuzin.
Pernyataan Galuzin tersebut mengacu kepada banyaknya negara-negara Eropa yang bergantung pada pasokan gas dari Negeri Beruang Merah itu.
Dia yakin sanksi yang mungkin akan dijatuhakan oleh AS dan sekutunya tidak akan terlalu berdampak pada Rusia. “Kami merasa sanksi yang dijatuhkan kepada kami tidak terlalu memberikan efek yang merusak Rusia,” ucap Galuzin.
(esn)