Ukraina Tangkap 90 Teroris dan Mata-mata Rusia
Sabtu, 21 Juni 2014 - 13:02 WIB
Ukraina Tangkap 90 Teroris dan Mata-mata Rusia
A
A
A
KIEV - Dinas Keamanan Ukraina telah menangkap sekitar 90 orang yang dituduh teroris dan beberapa mata-mata yang bekerja untuk intelijen Rusia. Mereka yang ditangkap dianggap terkait dengan kegiatan subversif di wilayah Ukraina.
”Lebih dari 90 teroris dan mata-mata, termasuk 13 warga negara Rusia, telah ditangkap," bunyi pernyataan Dinas Keamanan Ukraina. Demikian laporan media Ukraina, Den, mengutip keterangan kepala Dinas Kemanan Ukraina, Valentyn Nalyvaichenko, Jumat (20/6/2014).
Menurut Nalyvaichenko, para tersangka tidak terlibat perang fisik dengan pasukan Ukraina di lapangan.”Mereka agen intelijen profesional,” ujarnya.
Kepala keamanan, yang disebut pemerintah Rusia sebagai "agresor," itu juga mengatakan, bahwa saluran komunikasi antara Dinas Keamanan Ukraina dan Dinas Keamanan Federasi Rusia telah dipotong. Semua perjanjian bilateral intelijen dua negara itu juga dihentikan.
Sejak Presiden Ukraina pro-Rusia, Viktor Yanukovych, digulingkan pada bulan Februari 2014 lalu, pemerintah Ukraina yang baru telah berulang kali menuduh Rusia terlibat dalam kerusuhan separatis di Ukraina timur. Namun, Rusia juga kerap membantahnya.
”Lebih dari 90 teroris dan mata-mata, termasuk 13 warga negara Rusia, telah ditangkap," bunyi pernyataan Dinas Keamanan Ukraina. Demikian laporan media Ukraina, Den, mengutip keterangan kepala Dinas Kemanan Ukraina, Valentyn Nalyvaichenko, Jumat (20/6/2014).
Menurut Nalyvaichenko, para tersangka tidak terlibat perang fisik dengan pasukan Ukraina di lapangan.”Mereka agen intelijen profesional,” ujarnya.
Kepala keamanan, yang disebut pemerintah Rusia sebagai "agresor," itu juga mengatakan, bahwa saluran komunikasi antara Dinas Keamanan Ukraina dan Dinas Keamanan Federasi Rusia telah dipotong. Semua perjanjian bilateral intelijen dua negara itu juga dihentikan.
Sejak Presiden Ukraina pro-Rusia, Viktor Yanukovych, digulingkan pada bulan Februari 2014 lalu, pemerintah Ukraina yang baru telah berulang kali menuduh Rusia terlibat dalam kerusuhan separatis di Ukraina timur. Namun, Rusia juga kerap membantahnya.
(mas)