Inggris Diperingatkan Jadi Target ISIS
Kamis, 19 Juni 2014 - 14:35 WIB
Inggris Diperingatkan Jadi Target ISIS
A
A
A
BAGHDAD - Pemerintah Inggris diperingatkan agar waspada, karena para militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang saat ini berulah di Irak, berpotensi menargetkan Inggris.
Peringatan itu disampaikan Direktur Kontra Terorisme untuk Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), Lahoor Talabani. Alasan Inggris berpotensi jadi target ISIS selanjutnya karena ratusan warga Inggris saat ini telah bergabung dengan ISIS di Irak.
Talabani menyebut, ada sekitar 450 warga Inggris masuk anggota ISIS.”Jika hanya 10 persen dari orang-orang ini bertahan hidup, saya tahu Abu Bakr el-Baghdadi (pemimpin ISIS) akan menggunakan orang-orang ini untuk menyerang Inggris,” katanya kepada Sky News, Kamis (19/6/2014).
“Menurut data intelijen yang kita miliki, untuk warga Inggris saja sudah sekitar 400 hingga 450 orang yang diketahui berjuang di antara jajaran ISIS,” lanjut Talabani.
Menurutnya, KRG pada Januari 2014 sebenarnya sudah memperingatkan kepada pemerintah Irak dan Amerika Serikat, bahwa ISIS berencana merebut Kota Mosul dan sedang menuju ke Baghdad. Tapi, lanjut Talabani, peringatan itu diabaikan. (Baca: Irak Minta Serangan Udara, AS Bungkam)
Talabani melanjutkan, pasukan Kurdi tidak memiliki senjata dan amunisi yang cukup jika harus berperang melawan para militan ISIS.”Saya tidak melihat pasukan sekutu (AS dan NATO) di tanah (Irak). Serangan udara tepat, tetapi mereka perlu melakukannya dengan sangat cepat atau akan terlambat,” imbuh Talabani.
Peringatan KRG kepada pemerintah Inggris itu muncul, setelah Perdana Menteri David Cameron mengatakan, pasukan Inggris meninggalkan Irak dan kini mengalami kekacauan bukan pilihannya.
“Saya tidak setuju dengan orang-orang yang berpikir bahwa ini tidak ada hubungannya dengan kami. Jika mereka ingin memiliki semacam rezim Islam ekstrem di Irak, itu tidak akan mempengaruhi kita,” kata Cameron.
Peringatan itu disampaikan Direktur Kontra Terorisme untuk Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), Lahoor Talabani. Alasan Inggris berpotensi jadi target ISIS selanjutnya karena ratusan warga Inggris saat ini telah bergabung dengan ISIS di Irak.
Talabani menyebut, ada sekitar 450 warga Inggris masuk anggota ISIS.”Jika hanya 10 persen dari orang-orang ini bertahan hidup, saya tahu Abu Bakr el-Baghdadi (pemimpin ISIS) akan menggunakan orang-orang ini untuk menyerang Inggris,” katanya kepada Sky News, Kamis (19/6/2014).
“Menurut data intelijen yang kita miliki, untuk warga Inggris saja sudah sekitar 400 hingga 450 orang yang diketahui berjuang di antara jajaran ISIS,” lanjut Talabani.
Menurutnya, KRG pada Januari 2014 sebenarnya sudah memperingatkan kepada pemerintah Irak dan Amerika Serikat, bahwa ISIS berencana merebut Kota Mosul dan sedang menuju ke Baghdad. Tapi, lanjut Talabani, peringatan itu diabaikan. (Baca: Irak Minta Serangan Udara, AS Bungkam)
Talabani melanjutkan, pasukan Kurdi tidak memiliki senjata dan amunisi yang cukup jika harus berperang melawan para militan ISIS.”Saya tidak melihat pasukan sekutu (AS dan NATO) di tanah (Irak). Serangan udara tepat, tetapi mereka perlu melakukannya dengan sangat cepat atau akan terlambat,” imbuh Talabani.
Peringatan KRG kepada pemerintah Inggris itu muncul, setelah Perdana Menteri David Cameron mengatakan, pasukan Inggris meninggalkan Irak dan kini mengalami kekacauan bukan pilihannya.
“Saya tidak setuju dengan orang-orang yang berpikir bahwa ini tidak ada hubungannya dengan kami. Jika mereka ingin memiliki semacam rezim Islam ekstrem di Irak, itu tidak akan mempengaruhi kita,” kata Cameron.
(mas)