Dua Jurnalis Rusia Dibunuh, Putin Ajak Kiev Gencatan Senjata
Rabu, 18 Juni 2014 - 12:58 WIB
Dua Jurnalis Rusia Dibunuh, Putin Ajak Kiev Gencatan Senjata
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko tengah malam tadi. Pihak Kremlin menyebut, pembicaraan itu kemungkinan soal seruan kepada pihak Kiev untuk gencatan senjata di Ukraina timur setelah dua jurnalis Rusia tewas dibunuh.
Kremlin dalam sebuah pernyataan, mengatakan pembicaraan itu dilakukan Putin melalui telepon. ”Percakapan menyentuh pada tema yang kemungkinan soal gencatan senjata di wilayah opersei militer Kiev di Ukraina timur dan tenggara,” bunyi pernyataan Kremlin, seperti dikutip Reuters, Rabu (18/6/2014).
Putin, telah menyatakan keprihatinannya atas tewasnya dua jurnalis televisi pemerintah Rusia, Anton Voloshin dan Igor Kornelyuk. Mereka tewas akibat ditembak, ketika meliput bentrok antara pasukan Ukraina dengan kelompok separatis pro-Rusia di Kota Luhansk, Ukraina timur.
Sementara Poroshenko menyatakan belasungkawa dan meyakinkan Putin, bahwa akan ada investigasi terkait tewasnya dua jurnalis Rusia itu. Presiden yang dijuluki “Raja Cokelat” itu juga akan mengambil langkah-langkah penting untuk melindungi jurnalis yang bertugas di wilayah konflik di Ukraina timur.
Saksi mata, Viktor Denisov, jurnalis Rossiya TV , mengaku dua rekannya yang tewas akibat terkena tembakan mortir yang kejam dari Angkatan Besenjata Kiev. Para korban, menurutnya sedang meliput kondisi para pengungsi di Ukraina timur.
Denisov berdiri hanya beberapa ratus meter dari tempat jatuhnya mortir yang menewaskan dua rekannya. ”Kami sedang menuju lokasi di mana, menurut informasi kami, milisi lokal berusaha untuk mengamankan pengungsi. Saya sedang berjalan bersama-sama dengan perwakilan milis dari pasukan pertahanan diri,” ujarnya meneritakan kronologi sebelum dua rekannya tewas dibunuh.
Kremlin dalam sebuah pernyataan, mengatakan pembicaraan itu dilakukan Putin melalui telepon. ”Percakapan menyentuh pada tema yang kemungkinan soal gencatan senjata di wilayah opersei militer Kiev di Ukraina timur dan tenggara,” bunyi pernyataan Kremlin, seperti dikutip Reuters, Rabu (18/6/2014).
Putin, telah menyatakan keprihatinannya atas tewasnya dua jurnalis televisi pemerintah Rusia, Anton Voloshin dan Igor Kornelyuk. Mereka tewas akibat ditembak, ketika meliput bentrok antara pasukan Ukraina dengan kelompok separatis pro-Rusia di Kota Luhansk, Ukraina timur.
Sementara Poroshenko menyatakan belasungkawa dan meyakinkan Putin, bahwa akan ada investigasi terkait tewasnya dua jurnalis Rusia itu. Presiden yang dijuluki “Raja Cokelat” itu juga akan mengambil langkah-langkah penting untuk melindungi jurnalis yang bertugas di wilayah konflik di Ukraina timur.
Saksi mata, Viktor Denisov, jurnalis Rossiya TV , mengaku dua rekannya yang tewas akibat terkena tembakan mortir yang kejam dari Angkatan Besenjata Kiev. Para korban, menurutnya sedang meliput kondisi para pengungsi di Ukraina timur.
Denisov berdiri hanya beberapa ratus meter dari tempat jatuhnya mortir yang menewaskan dua rekannya. ”Kami sedang menuju lokasi di mana, menurut informasi kami, milisi lokal berusaha untuk mengamankan pengungsi. Saya sedang berjalan bersama-sama dengan perwakilan milis dari pasukan pertahanan diri,” ujarnya meneritakan kronologi sebelum dua rekannya tewas dibunuh.
(mas)