Iran-AS Bertemu Bahas Krisis Irak
Selasa, 17 Juni 2014 - 13:58 WIB
Iran-AS Bertemu Bahas Krisis Irak
A
A
A
WINA - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan mengadakan pembicaraan singkat mengenai krisis yang terjadi di Irak, saat mereka bertemu di Wina untuk membahas program nuklir Iran pada Senin (16/6/2014) malam.
Melansir Channel News Asia, Selasa (17/6/2014), kedua negara yang tak pernah akur tersebut akhirnya melepaskan ego masing-masing guna membantu Irak yang saat ini sedang dilanda krisisi akibat aksi militan Negara Islam Iran dan Levant (ISIL).
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf. Terjadi pertemuan singkat untuk membahas hal ini (Irak), ungkap Harf. Namun, dirinya belum bisa memastikan apakan pertemuan itu akan berlanjut atau tidak.
“Belum bisa ditentukan apakah kami akan terus melakukan pembicaraan mengenai hal ini, satu hal yang pasti kami memiliki kepentingan yang sama yaitu kami tidak ingin militan kembali menguasai tanah Irak,” ungkap Harf.
Menurut dia bantuan yang datang dari luar bukannlah solusi yang benar-benar untuk menyesalikan masalah di Irak. Yang penting adalah tindakan yang dilakukan oleh pemimpin setempat agar permasalahan ini bisa segera tuntas.
“Tidak ada pihak luar yang bisa menyelesaikan masalah di Irak, para pemimpin politik setempat harus berkumpul dan berusaha untuk mencari cara untuk menyelesaikan masalah yang ada di negara mereka,” papar Harf.
Melansir Channel News Asia, Selasa (17/6/2014), kedua negara yang tak pernah akur tersebut akhirnya melepaskan ego masing-masing guna membantu Irak yang saat ini sedang dilanda krisisi akibat aksi militan Negara Islam Iran dan Levant (ISIL).
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf. Terjadi pertemuan singkat untuk membahas hal ini (Irak), ungkap Harf. Namun, dirinya belum bisa memastikan apakan pertemuan itu akan berlanjut atau tidak.
“Belum bisa ditentukan apakah kami akan terus melakukan pembicaraan mengenai hal ini, satu hal yang pasti kami memiliki kepentingan yang sama yaitu kami tidak ingin militan kembali menguasai tanah Irak,” ungkap Harf.
Menurut dia bantuan yang datang dari luar bukannlah solusi yang benar-benar untuk menyesalikan masalah di Irak. Yang penting adalah tindakan yang dilakukan oleh pemimpin setempat agar permasalahan ini bisa segera tuntas.
“Tidak ada pihak luar yang bisa menyelesaikan masalah di Irak, para pemimpin politik setempat harus berkumpul dan berusaha untuk mencari cara untuk menyelesaikan masalah yang ada di negara mereka,” papar Harf.
(esn)