Cari Tiga Pemuda, Israel Tahan 80 Warga Palestina
Minggu, 15 Juni 2014 - 17:13 WIB
Cari Tiga Pemuda, Israel Tahan 80 Warga Palestina
A
A
A
HEBRON - Pasukan Israel dilaporkan menahan setidaknya 80 warga Palestina di Tepi Barat pada saat pencarian tiga pemuda Israel yang diduga diculik oleh kelompok teror tengah pekan lalu, pihak militer menyatakan pada Minggu (15/6/2014).
Melansir Reuters, dalam tiga hari terakhir pasukan Israel telah melakukan pencarian besar-besaran untuk menemukan tiga pemuda tersebut. Mereka telah melakukan pencarian hingga ke desa-desa terpencil di Tepi Barat.
“Dalam upaya untuk menemukan tiga pemuda Israel yang diculik, sekitar 80 orang Palestina ditahan dalam sebuah operasi yang diluncurkan semalam,” ungkap pihak militer Israel melalui sebuah pernyataan.
Tiga pemuda Eyal Yifrach, Gil-ad Sha'er dan Naftali Frankel, yang juga memegang kewarganegaraan Amerika Serikat diculik tengah pekan lalu di sebuah pemukiman Yahudi di Tepi Barat, saat mereka sedang mengikuti sebuah seminar.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, ia menempatkan tanggung jawab atas keselamatan tiga pemuda yang salah satu memiliki paspor Amerika Serikat di pundak Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Otoritas Palestina-nya.
Melansir Reuters, dalam tiga hari terakhir pasukan Israel telah melakukan pencarian besar-besaran untuk menemukan tiga pemuda tersebut. Mereka telah melakukan pencarian hingga ke desa-desa terpencil di Tepi Barat.
“Dalam upaya untuk menemukan tiga pemuda Israel yang diculik, sekitar 80 orang Palestina ditahan dalam sebuah operasi yang diluncurkan semalam,” ungkap pihak militer Israel melalui sebuah pernyataan.
Tiga pemuda Eyal Yifrach, Gil-ad Sha'er dan Naftali Frankel, yang juga memegang kewarganegaraan Amerika Serikat diculik tengah pekan lalu di sebuah pemukiman Yahudi di Tepi Barat, saat mereka sedang mengikuti sebuah seminar.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, ia menempatkan tanggung jawab atas keselamatan tiga pemuda yang salah satu memiliki paspor Amerika Serikat di pundak Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Otoritas Palestina-nya.
(esn)