Mosul Mencekam, PM Irak Ingin Tetapkan Status Darurat
Rabu, 11 Juni 2014 - 19:02 WIB
Mosul Mencekam, PM Irak Ingin Tetapkan Status Darurat
A
A
A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, menyatakan negaranya saat inni dalam kondisi waspada penuh setelah Kota Mosul, Irak utara dikuasai militan ISIS. Dia mendesak parlemen Irak agar segera mengeluarkan status darurat.
"Situasi saat ini memerlukan tindakan dari Dewan Menteri dan Kepresidenan untuk segera meminta kepada parlemen agar secepatnya menyatakan keadaan darurat dan melakukan mobilisasi umum kepada para warga di Mosul,” ungkap al-Maliki, seperti dikutip Xinhua, Rabu (11/6/2014).
Atas desakan PM Irak itu, parlemen mengatakan parlemen akan menetapkan sidang darurat untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) esok hari guna membahas desakan agar Irak berstatus darurat.
Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berhasil menduduki Kota Mosul yang berada di Provinsi Nineveh. Kondisi kota di Irak utara itu sudah kacau balau akibat serangan ratusan militan. Puluhan kendaraan militer dibakar, dan banyak tentara tidak berdaya memilih lari bersama warga sipil keluar dari Kota Mosul.
Sejak pekan lalu, pertempuran terus terjadi di Kota Mosul antara pemberontak yang didukung militan melawan pasukan kemanan Irak. Pemberontak akhirnya berhasil menguasai sebagian besar kota tersebut kemarin.
"Situasi saat ini memerlukan tindakan dari Dewan Menteri dan Kepresidenan untuk segera meminta kepada parlemen agar secepatnya menyatakan keadaan darurat dan melakukan mobilisasi umum kepada para warga di Mosul,” ungkap al-Maliki, seperti dikutip Xinhua, Rabu (11/6/2014).
Atas desakan PM Irak itu, parlemen mengatakan parlemen akan menetapkan sidang darurat untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) esok hari guna membahas desakan agar Irak berstatus darurat.
Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berhasil menduduki Kota Mosul yang berada di Provinsi Nineveh. Kondisi kota di Irak utara itu sudah kacau balau akibat serangan ratusan militan. Puluhan kendaraan militer dibakar, dan banyak tentara tidak berdaya memilih lari bersama warga sipil keluar dari Kota Mosul.
Sejak pekan lalu, pertempuran terus terjadi di Kota Mosul antara pemberontak yang didukung militan melawan pasukan kemanan Irak. Pemberontak akhirnya berhasil menguasai sebagian besar kota tersebut kemarin.
(esn)