Bahas Solusi Damai, Rusia Masih Curiga Gelagat Ukraina
Rabu, 11 Juni 2014 - 16:04 WIB
Bahas Solusi Damai, Rusia Masih Curiga Gelagat Ukraina
A
A
A
BRUSSELS - Pihak Rusia dan Ukraina kembali melanjutkan pembicaraan tentang kerjasama energi dan pencarian solusi damai untuk menghentikan konflik yang terjadi di wilayah tenggara dan timur Ukraina.
Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, sedang membentuk sebuah koridor kemanusiaan di kedua wilayah tersebut untuk menyelamatkan warga sipil dari konflik dan mempercepat upaya perdamaian di wilayah tersebut.
Kendati demikian, pihak Rusia masih merasa khawatir jika Poroshenko akan menggunakan kekuatan militer yang lebih besar untuk membersihkan para separatis pro-Rusia, setelah warga sipil berhasil diamankan dari Ukraina timur.
"Operasi militer di kedua wilayah tersebut sepertinya akan terus berlanjut, bahkan mungkin operasi militer tersebut akan lebih diintensifkan di beberapa titik,” ungkap Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (11/6/2014).
Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, memiliki padangan yang berbeda. Menurutnya, hubungan kedua negara dan proses penyelesaian konflik di Ukraina sudah menemukan titik terang. Dia merasa kedua pihak, yakni Rusia dan Ukraina sudah siap bertindak untuk menyelesaikan krisis di Ukraina timur.
Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, sedang membentuk sebuah koridor kemanusiaan di kedua wilayah tersebut untuk menyelamatkan warga sipil dari konflik dan mempercepat upaya perdamaian di wilayah tersebut.
Kendati demikian, pihak Rusia masih merasa khawatir jika Poroshenko akan menggunakan kekuatan militer yang lebih besar untuk membersihkan para separatis pro-Rusia, setelah warga sipil berhasil diamankan dari Ukraina timur.
"Operasi militer di kedua wilayah tersebut sepertinya akan terus berlanjut, bahkan mungkin operasi militer tersebut akan lebih diintensifkan di beberapa titik,” ungkap Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (11/6/2014).
Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, memiliki padangan yang berbeda. Menurutnya, hubungan kedua negara dan proses penyelesaian konflik di Ukraina sudah menemukan titik terang. Dia merasa kedua pihak, yakni Rusia dan Ukraina sudah siap bertindak untuk menyelesaikan krisis di Ukraina timur.
(esn)