Abbas Desak Pemerintahan Baru Segera Persiapkan Pemilu
Kamis, 05 Juni 2014 - 22:33 WIB
Abbas Desak Pemerintahan Baru Segera Persiapkan Pemilu
A
A
A
RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak pemerintah persatuan Palestina yang baru dan Komisi Pemilihan Pusat (CEC) untuk segera memulai mempersiapkan pemilihan presiden dan legislatif pertama sejak penyatuan Palestina.
Melansir Xinhua, Kamis (5/6/2014), Abbas mengirim surat kepada Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah. Dalam surat tersebut Abbas mendesak pemerintah untuk bekerja sama dan memfasilitasi misi CEC untuk mempersiapkan pemilu yang rencananya akan digelar enam bulan mendatang.
"Sembilan tahun telah berlalu sejak pemilihan presiden yang terakhir, dan delapan tahun telah berlalu sejak pemilu legislatif Palestina terakhir. Kini, sudah tiba saatnya untuk memperbaharui legitimasi kami," ungkap Abbas.
"Menggelar pemilu merupakan langkah penting untuk mengakhiri perpecahan di Palestina dan memulai era baru dalam kehidupan politik Palestina yang didasarkan pada pluralisme politik," Abbas menambahkan.
Pemerintahan baru Palestina sendiri baru berjalan kurang dari sepekan, namun mereka sudah diberi tugas berat, yaitu menggelar pemilu pertama paska Hamas dan Fatah bersatu. Mereka diberikan batas waktu enam bulan untuk menggelar pemilu tersebut.
Melansir Xinhua, Kamis (5/6/2014), Abbas mengirim surat kepada Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah. Dalam surat tersebut Abbas mendesak pemerintah untuk bekerja sama dan memfasilitasi misi CEC untuk mempersiapkan pemilu yang rencananya akan digelar enam bulan mendatang.
"Sembilan tahun telah berlalu sejak pemilihan presiden yang terakhir, dan delapan tahun telah berlalu sejak pemilu legislatif Palestina terakhir. Kini, sudah tiba saatnya untuk memperbaharui legitimasi kami," ungkap Abbas.
"Menggelar pemilu merupakan langkah penting untuk mengakhiri perpecahan di Palestina dan memulai era baru dalam kehidupan politik Palestina yang didasarkan pada pluralisme politik," Abbas menambahkan.
Pemerintahan baru Palestina sendiri baru berjalan kurang dari sepekan, namun mereka sudah diberi tugas berat, yaitu menggelar pemilu pertama paska Hamas dan Fatah bersatu. Mereka diberikan batas waktu enam bulan untuk menggelar pemilu tersebut.
(esn)