China Desak Stabilisasi Politik di Suriah
Kamis, 05 Juni 2014 - 18:48 WIB
China Desak Stabilisasi Politik di Suriah
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China pada Kamis (5/6/2014) menyerukan kepada semua pihak di Suriah untuk bertemu dan membahas mengenai percepatan stabilisasi politik di Suriah, setelah Presiden Bashar al-Assad terpilih kembali untuk ketiga kalinya.
“Tidak peduli bagaimana situasi Suriah akan berkembang seperti apa, yang paling penting adalah saat ini penyelesaian krisis politik di sana merupakan cara yang paling realistis untuk menyelesaikan masalah di sana (Suriah),” ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dilansir Xinhua.
“Kekacauan yang terjadi di Suriah saat ini sudah memasuki tahun keempat, situasi yang membawa kehancuran dan penderitaan yang mendalam kepada negara tersebut, terutama kepada rakyat Suriah,” Lei menambahkan.
Dalam pemilihan umum multi kandidat pertama di Suriah, calon incumbent Bashar al-Assad dinyatakan terpilih kembali, setelah parlemen Suriah mengumumkan Assad mendapatkan 88 persen suara, unggul terlampau jauh dari calon-calon lainnya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki -moon dan Nabil El Araby, sekjen Liga Arab, sepakat untuk bersama-sama mendorong dimulainya kembali pembicaraan Jenewa untuk menyelesaikan konflik di negara tersebut.
“Tidak peduli bagaimana situasi Suriah akan berkembang seperti apa, yang paling penting adalah saat ini penyelesaian krisis politik di sana merupakan cara yang paling realistis untuk menyelesaikan masalah di sana (Suriah),” ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dilansir Xinhua.
“Kekacauan yang terjadi di Suriah saat ini sudah memasuki tahun keempat, situasi yang membawa kehancuran dan penderitaan yang mendalam kepada negara tersebut, terutama kepada rakyat Suriah,” Lei menambahkan.
Dalam pemilihan umum multi kandidat pertama di Suriah, calon incumbent Bashar al-Assad dinyatakan terpilih kembali, setelah parlemen Suriah mengumumkan Assad mendapatkan 88 persen suara, unggul terlampau jauh dari calon-calon lainnya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki -moon dan Nabil El Araby, sekjen Liga Arab, sepakat untuk bersama-sama mendorong dimulainya kembali pembicaraan Jenewa untuk menyelesaikan konflik di negara tersebut.
(esn)