Belajar dari Krisis MH370, RI Harus Konsisten dan Tranparan
Selasa, 03 Juni 2014 - 18:15 WIB
Belajar dari Krisis MH370, RI Harus Konsisten dan Tranparan
A
A
A
JAKARTA - Penanganan krisis pesawat Malaysia Airlines MH370 oleh pemerintah Malaysia menjadi pelajaran mahal bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Jika citra negara tidak ingin tercoreng, karena tidak becus menghadapi krisis, maka pemerintah Indonesia harus konsisten dan transparan.
Demikian disampaikan pakar humas dari LSPR, Nico Wattimena, yang juga merupakan konsultan independen, saat ditemui Sindonews dalam acara Komunitas ASEAN di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
”Sebuah negara ketika menghadapi krisis harus konsisten dengan sikapnya, dan pemerintah juga harus transparan dalam menangani krisis tersebut untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” kata Nico dalam presentasinya di acara itu.
Nico mengingatkan, bahwa kredibilitas dan citra sebuah negara yang sudah dibangun lama bisa hancur dalam sekejap jika dia salah dalam mengelola krisis.
Acara forum Komunitas ASEAN tersebut merupakan forum pertama yang membahas mengenai perkembangan hubungan negara-negara di kawasan regional Asia Tenggara dalam berbagai bidang. Acara ini dihadiri praktisi dan akademisi dari beberapa negara ASEAN.
Demikian disampaikan pakar humas dari LSPR, Nico Wattimena, yang juga merupakan konsultan independen, saat ditemui Sindonews dalam acara Komunitas ASEAN di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
”Sebuah negara ketika menghadapi krisis harus konsisten dengan sikapnya, dan pemerintah juga harus transparan dalam menangani krisis tersebut untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” kata Nico dalam presentasinya di acara itu.
Nico mengingatkan, bahwa kredibilitas dan citra sebuah negara yang sudah dibangun lama bisa hancur dalam sekejap jika dia salah dalam mengelola krisis.
Acara forum Komunitas ASEAN tersebut merupakan forum pertama yang membahas mengenai perkembangan hubungan negara-negara di kawasan regional Asia Tenggara dalam berbagai bidang. Acara ini dihadiri praktisi dan akademisi dari beberapa negara ASEAN.
(mas)