Rakyat Suriah Pilih Presiden di Tengah Suasana Perang
Selasa, 03 Juni 2014 - 14:40 WIB
Rakyat Suriah Pilih Presiden di Tengah Suasana Perang
A
A
A
DAMASKUS - Rakyat Suriah pada hari ini (3/6/2014) memberikan hak suaranya untuk memilih presiden baru. Pemilihan presiden Suriah digelar, meski negara itu masih dilanda perang saudara.
Calon presiden incumbent, Bashar al-Assad menjadi calon terkuat dibanding dua pesaingnya yang tidak begitu dikenal. Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan, lebih dari 15 juta warga Suriah telah diserukan untuk memberikan hak suaranya untuk memilih presiden.
Pemerintah Suriah sendiri mengabaikan hinaan kubu oposisi dan negara-negara Barat yang menyebut pemilu di Suriah hanya parodi demokrasi. Jika dalam pemilihan presiden kali ini Assad kembali menang, maka dia akan menjadi Presiden Suriah untuk yang ketiga kalinya.
Dua pesaing Assad yang tidak begitu dikenal adalah Maher Abdul - Hafiz Hajjar, 46, dan Hassan bin Abdullah al - Nouri, 54. Keduanya merupakan anggota parlemen Suriah.
Komisi pemilihan umum Suriah mengatakan, pemilih di luar negeri sudah menggunakan hak suaranya pada Sabtu lalu. ”Ketua komite pemilu pusat kementerian luar negeri mengatakan bahwa pemungutan suara berlangsung di 43 kedutaan besar dari Suriah, dan tingkat partisipasi pemilih yang terdaftar telah melebihi 95 persen,” tulis kantor berita negara Suriah, SANA, Selasa (3/6/2014).
Dalam pemilu kali ini, warga Suriah yang melarikan diri dari Suriah untuk menghindari perang tidak diizinkan untuk ikut memilih. Keputusan itu diprotes para pengungsi Suriah di Libanon dan Turki yang menentang rezim Assad.
Calon presiden incumbent, Bashar al-Assad menjadi calon terkuat dibanding dua pesaingnya yang tidak begitu dikenal. Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan, lebih dari 15 juta warga Suriah telah diserukan untuk memberikan hak suaranya untuk memilih presiden.
Pemerintah Suriah sendiri mengabaikan hinaan kubu oposisi dan negara-negara Barat yang menyebut pemilu di Suriah hanya parodi demokrasi. Jika dalam pemilihan presiden kali ini Assad kembali menang, maka dia akan menjadi Presiden Suriah untuk yang ketiga kalinya.
Dua pesaing Assad yang tidak begitu dikenal adalah Maher Abdul - Hafiz Hajjar, 46, dan Hassan bin Abdullah al - Nouri, 54. Keduanya merupakan anggota parlemen Suriah.
Komisi pemilihan umum Suriah mengatakan, pemilih di luar negeri sudah menggunakan hak suaranya pada Sabtu lalu. ”Ketua komite pemilu pusat kementerian luar negeri mengatakan bahwa pemungutan suara berlangsung di 43 kedutaan besar dari Suriah, dan tingkat partisipasi pemilih yang terdaftar telah melebihi 95 persen,” tulis kantor berita negara Suriah, SANA, Selasa (3/6/2014).
Dalam pemilu kali ini, warga Suriah yang melarikan diri dari Suriah untuk menghindari perang tidak diizinkan untuk ikut memilih. Keputusan itu diprotes para pengungsi Suriah di Libanon dan Turki yang menentang rezim Assad.
(mas)