Sempat Lumpuh akibat Abu Sangeang, Bandara di Australia Aktif Lagi
Minggu, 01 Juni 2014 - 08:13 WIB
Sempat Lumpuh akibat Abu Sangeang, Bandara di Australia Aktif Lagi
A
A
A
DARWIN - Abu letusan gunung Sangeang di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke wilayah Australia dianggap mulai melemah pada Minggu (1/6/2014). Bandara Darwin yang kemarin ditutup, hari ini akan dibuka lagi.
Demikian keterangan juru bicara Bandara Internasional Darwin, Virginia Sanders kepada AAP. Maskapai Qantas dan Virgin diharapkan untuk mengaktifkan penerbangan dari dan ke Darwin. Sedangkan maskapai Air Asia yang biasa melayani rute Bali-Australia belum memberikan kepastian.
Pada Sabtu kemarin, operasional Bandara Internasional Darwin benar-benar lumpuh akibat dampak abu letusan gunung berapi Sangeang. Gunung berapi yang terletak di Bima itu meletus pada Jumat sore, dan abu letusan bergerak ke wilayah tenggara hingga sampai ke Australia.
Sanders berharap para calon penumpang pesawat terus memperbarui informasi terkini untuk mengakses bandara-bandara di Australia.
Manajer Pusat Laporan Abu Vulkanik Darwin, Emile Jansons, mengatakan, abu Sangeang diharapkan tidak melanda wilayah Darwin lagi pada siang ini. ”Kami melihat tren pelemahan abu (Sangeang) yang terdeteksi,” ujarnya.
”Pola cuaca telah berubah sehingga kecil kemungkinannya (abu Sangeang) turun dan mempengaruhi wilayah udara Australia,” lanjut Jansons. Menurutnya, abu gunung berapi itu tidak menimbulkan ancaman kesehatan bagi warga di Darwin, dan tidak terlihat jelas oleh mata telanjang.
”Ketika Anda berada (di wilayah) jauh seperti Darwin itu benar-benar tidak terlihat oleh orang-orang,” kata Jansons.”Tidak ada abu yang jatuh di tanah, tidak ada bau belerang seperti ketika abu berada di area yang cukup tinggi, di atmosfer.”
Demikian keterangan juru bicara Bandara Internasional Darwin, Virginia Sanders kepada AAP. Maskapai Qantas dan Virgin diharapkan untuk mengaktifkan penerbangan dari dan ke Darwin. Sedangkan maskapai Air Asia yang biasa melayani rute Bali-Australia belum memberikan kepastian.
Pada Sabtu kemarin, operasional Bandara Internasional Darwin benar-benar lumpuh akibat dampak abu letusan gunung berapi Sangeang. Gunung berapi yang terletak di Bima itu meletus pada Jumat sore, dan abu letusan bergerak ke wilayah tenggara hingga sampai ke Australia.
Sanders berharap para calon penumpang pesawat terus memperbarui informasi terkini untuk mengakses bandara-bandara di Australia.
Manajer Pusat Laporan Abu Vulkanik Darwin, Emile Jansons, mengatakan, abu Sangeang diharapkan tidak melanda wilayah Darwin lagi pada siang ini. ”Kami melihat tren pelemahan abu (Sangeang) yang terdeteksi,” ujarnya.
”Pola cuaca telah berubah sehingga kecil kemungkinannya (abu Sangeang) turun dan mempengaruhi wilayah udara Australia,” lanjut Jansons. Menurutnya, abu gunung berapi itu tidak menimbulkan ancaman kesehatan bagi warga di Darwin, dan tidak terlihat jelas oleh mata telanjang.
”Ketika Anda berada (di wilayah) jauh seperti Darwin itu benar-benar tidak terlihat oleh orang-orang,” kata Jansons.”Tidak ada abu yang jatuh di tanah, tidak ada bau belerang seperti ketika abu berada di area yang cukup tinggi, di atmosfer.”
(mas)