Sembunyi di Tengah Demonstran, Eks Menteri Thailand Dibekuk
Selasa, 27 Mei 2014 - 18:58 WIB
Sembunyi di Tengah Demonstran, Eks Menteri Thailand Dibekuk
A
A
A
BANGKOK - BANGKOK – Gara-gara bersembunyi di barisan demonstran yang memprotes kudeta militer, seorang mantan menteri yang buron akhirnya ditangkap militer Thailand, Selasa (27/5/2014). Penangkapan mantan menteri itu secara tak sengaja, karena militer Thailand kebetulan melihatnya menyusup dalam rombongan demonstran.
Adegan penangkapan yang dramatis itu membuat para wartawan kaget. Chaturon Chaisang, menteri Pendidikan di pemerintahan digulingkan oleh tentara pekan lalu, mencoba mengelabui aparat militer dengan menyusup dalam barisan pendemo.
Dia menolak tuduhan bersembunyi dalam barisan demonstran. Dia mengaku benar-benar ikut demo mengecam kudeta militer Thailand.”Kekuasaan yang diambil tentara berpotensi untuk lebih kejam dari yang Anda harapkan,” katanya.
Para analis mengatakan, langkah junta untuk menahan sejumlah tokoh politik dari seluruh golongan sejatinya ditujukan untuk memadamkan potensi gerakan oposisi. Kendati demikian, demonstran di Thailand tidak gentar dengan ancaman militer yang akan menindak tegas setiap aksi demonstrasi.
Jumlah demonstran relatif kecil sejak kudeta militer. Namun, protes yang dilakukan sangat keras. Seorang juru bicara militer, seperti dikutip AFP, mengatakan, mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra telah dibebaskan oleh militer dan diizinkan kembali ke rumah.
Yingluck sebelumnya ditahan setelah dia dipanggil militer sehari setelah kudeta terjadi. Yingluck dicopot dari jabatannya sebagai perdana menteri pada 7 Mei 2014 oleh Mahkamah Konstitusi atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.
Adegan penangkapan yang dramatis itu membuat para wartawan kaget. Chaturon Chaisang, menteri Pendidikan di pemerintahan digulingkan oleh tentara pekan lalu, mencoba mengelabui aparat militer dengan menyusup dalam barisan pendemo.
Dia menolak tuduhan bersembunyi dalam barisan demonstran. Dia mengaku benar-benar ikut demo mengecam kudeta militer Thailand.”Kekuasaan yang diambil tentara berpotensi untuk lebih kejam dari yang Anda harapkan,” katanya.
Para analis mengatakan, langkah junta untuk menahan sejumlah tokoh politik dari seluruh golongan sejatinya ditujukan untuk memadamkan potensi gerakan oposisi. Kendati demikian, demonstran di Thailand tidak gentar dengan ancaman militer yang akan menindak tegas setiap aksi demonstrasi.
Jumlah demonstran relatif kecil sejak kudeta militer. Namun, protes yang dilakukan sangat keras. Seorang juru bicara militer, seperti dikutip AFP, mengatakan, mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra telah dibebaskan oleh militer dan diizinkan kembali ke rumah.
Yingluck sebelumnya ditahan setelah dia dipanggil militer sehari setelah kudeta terjadi. Yingluck dicopot dari jabatannya sebagai perdana menteri pada 7 Mei 2014 oleh Mahkamah Konstitusi atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.
(mas)