Bom Hantam Lokasi Nobar Liga Champions di Nigeria
Minggu, 25 Mei 2014 - 19:04 WIB
Bom Hantam Lokasi Nobar Liga Champions di Nigeria
A
A
A
JOS - Setidaknya tiga orang tewas pada Sabtu (24/5/2014) malam, ketika sebuah bom menghantam sebuah lokasi nonton bareng partai fina Liga Champions di kota Jos, Nigeria. Demikian dilaporkan pihak berwenang setempat, Minggu (25/5/2014).
Seperti dilansir Channel News Asia, ledakan itu terjadi hanya beberapa hari setelah serangan bom mobil kembar yang mengahamtam sebuah pasar di pusat kota dan menewaskan 118. Serangan ini diduga dilakukan oleh militan Boko Haram.
“Sejauh ini kami bisa melaporkan , tiga orang tewas dan tiga orang luka-luka dalam insiden tersebut. Serangan bom ini menargetkan mereka yang sedang menyaksikan final Liga Champions,” ungkap Chris Olakpe, Komisaris Polisi Negara Bagian Plateau.
Walaupun Olakpe menyatakan masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas seranga ini, tetapi banyak pihak berpendapat teror ini dilakukan oleh Boko Haram, yang akhir-akhir semakin sering melakukan penyerangan.
Olakpe juga menolak untuk mengomentari laporan, bahwa ledakan itu merupakan bom bunuh diri. Tetapi dia mengungkapkan, perangkat peledak improvisasi yang digunakan pembom itu meledak secara prematur.
Seperti dilansir Channel News Asia, ledakan itu terjadi hanya beberapa hari setelah serangan bom mobil kembar yang mengahamtam sebuah pasar di pusat kota dan menewaskan 118. Serangan ini diduga dilakukan oleh militan Boko Haram.
“Sejauh ini kami bisa melaporkan , tiga orang tewas dan tiga orang luka-luka dalam insiden tersebut. Serangan bom ini menargetkan mereka yang sedang menyaksikan final Liga Champions,” ungkap Chris Olakpe, Komisaris Polisi Negara Bagian Plateau.
Walaupun Olakpe menyatakan masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas seranga ini, tetapi banyak pihak berpendapat teror ini dilakukan oleh Boko Haram, yang akhir-akhir semakin sering melakukan penyerangan.
Olakpe juga menolak untuk mengomentari laporan, bahwa ledakan itu merupakan bom bunuh diri. Tetapi dia mengungkapkan, perangkat peledak improvisasi yang digunakan pembom itu meledak secara prematur.
(esn)