Hakimi Orang, Putin Ledek Obama agar Jadi Hakim
Sabtu, 24 Mei 2014 - 17:39 WIB
Hakimi Orang, Putin Ledek Obama agar Jadi Hakim
A
A
A
ST PETERSBUG- Presiden Rusia, Vladimir Putin, meledek Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, karena telah menghaminya sebagai dalang kekacauan di Ukraina. Putin lantas menyarankan agar Obama ganti profesi menjadi hakim.
”Jika Obama ingin menilai orang, mengapa dia tidak mendapatkan mendapatkan pekerjaan di gedung pengadilan,” kata Putin disambut gemuruh tawa dari peserta Forum Ekonomi Internasional di St Petersburg, semalam (23/5/2014).
Putin mengatakan, dia telah berupaya untuk meningkatkan hubungan AS dan Rusia, sejak diluncurkan pendahulunya, Dmitry Medvedev pada 2009. Namun, upaya itu gagal karena kesalahan AS. ”Kami tidak merusak hubungan ini,” ujar Putin.
Ledekan Putin itu bermula dari wawancara NBC kepada Putin yang dibantu penerjemah. Putin dalam wawancara itu diminta menanggapi klaim Obama, bahwa pemerintahanya dituduh mendukung separatis pro-Rusia di Ukraina timur.
Putin pun mengkritisi pertanyaan itu. “Siapa dia yang menilai, serius (menilai seperti itu)?” tanya Putin. ”Jika dia ingin menilai orang, mengapa dia tidak mendapatkan pekerjaan (jadi hakim) di pengadilan di suatu tempat?" tanya Putin lagi.
“Saya tidak berpikir dia (Obama) menuduh saya. Ini sudut pandang dia. Dan saya punya pandangan saya (sendiri), ketika datang pada hal-hal tertentu,” lanjut Putin yang menganggap tuduhan Rusia mendukung separatis pro-Rusia di Ukraina timur sebagai kebohongan.
”Jika Obama ingin menilai orang, mengapa dia tidak mendapatkan mendapatkan pekerjaan di gedung pengadilan,” kata Putin disambut gemuruh tawa dari peserta Forum Ekonomi Internasional di St Petersburg, semalam (23/5/2014).
Putin mengatakan, dia telah berupaya untuk meningkatkan hubungan AS dan Rusia, sejak diluncurkan pendahulunya, Dmitry Medvedev pada 2009. Namun, upaya itu gagal karena kesalahan AS. ”Kami tidak merusak hubungan ini,” ujar Putin.
Ledekan Putin itu bermula dari wawancara NBC kepada Putin yang dibantu penerjemah. Putin dalam wawancara itu diminta menanggapi klaim Obama, bahwa pemerintahanya dituduh mendukung separatis pro-Rusia di Ukraina timur.
Putin pun mengkritisi pertanyaan itu. “Siapa dia yang menilai, serius (menilai seperti itu)?” tanya Putin. ”Jika dia ingin menilai orang, mengapa dia tidak mendapatkan pekerjaan (jadi hakim) di pengadilan di suatu tempat?" tanya Putin lagi.
“Saya tidak berpikir dia (Obama) menuduh saya. Ini sudut pandang dia. Dan saya punya pandangan saya (sendiri), ketika datang pada hal-hal tertentu,” lanjut Putin yang menganggap tuduhan Rusia mendukung separatis pro-Rusia di Ukraina timur sebagai kebohongan.
(mas)