Rusia Melunak Dukung Pemilu Ukraina, AS Tak Percaya

Sabtu, 24 Mei 2014 - 08:27 WIB
Rusia Melunak Dukung...
Rusia Melunak Dukung Pemilu Ukraina, AS Tak Percaya
A A A
MOSKOW-Pemerintah Rusia akhirnya melunak dan akan menghormati pelaksanaan pemilu presiden Ukraina, setelah sebelumnya bersikeras menyatakan pemilu Ukraina ilegal. Namun, sikap baru Rusia itu masih diragukan Amerika Serikat (AS).

Melunaknya Rusia dalam krisis Ukraina itu diungkapkan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dia menyatakan, negaranya ingin menjalin hubungan baik dengan Barat dan memberi sinyal untuk menerima hasil pemilu presiden Ukraina. Selama Rusia menganggap pemerintah baru Ukraina ilegal, karena diperoleh dengan mengkudeta sekutu mereka, yakni Viktor Yanukovych.

”Kami akan memperlakukan pemilu Ukraina dengan hormat,” kata Putin, ketika ditanya apakah dia akan mengakui legitimasi pemilu Ukraina yang akan digelar Minggu (25/5/2014) besok.

Pernyataan Putin itu diragukan pihak Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. ”Kita harus melihat kenyataan (sebelumnya), Rusia tidak mengakui dan kemudian mengambil langkah-langkah untuk terlibat dengan pemerintah Ukraina dan pemenang dari pemilu presiden (Ukraina),” kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/5/2014).

Carney pun ingin bukti dari Rusia yang ingin menerima Ukraina. ”Kami lebih lanjut mendesak Rusia untuk menggunakan pengaruhnya guna membujuk separatis di Ukraina timur dan di tempat lain untuk mengosongkan bangunan yang sudah mereka ditempati, meletakkan senjata, dan menghentikan aksi yang memicu kekerasan dan ketidakstabilan,” lanjut Carney.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, juga meragukan sikap baru Rusia itu. Dia bahkan mengklaim memiliki bukti jika separatis pro-Rusia di Ukraina mencoba untuk menganggu pemungutan suara di Ukraina besok.

”Kami telah melihat, terutama di beberapa tempat di wilayah timur (Ukraina), separatis ini sengaja mencoba untuk mengganggu pemilu dengan kekerasan, mengambil alih gedung-gedung pemerintah, mengambil kotak suara, mengambil daftar pendaftaran pemilih,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
42 menit yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
1 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
3 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved