Wilayah di AS Ingin Terapkan Hukuman Mati Pakai Setrum
Jum'at, 23 Mei 2014 - 16:38 WIB
Wilayah di AS Ingin Terapkan Hukuman Mati Pakai Setrum
A
A
A
TENNESSEE – Negara bagian Tennessee, Amerika Serikat (AS), sedang membuat rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan eksekusi hukuman mati dengan kursi listrik. Opsi itu akan ditempuh, jika negara bagian AS itu tidak mampu untuk memperoleh obat suntik mati.
Gubernur negara bagian Tennessee, Bill Haslam, pada Kamis waktu setempat, menandatangani RUU itu. Dengan tanda tangan gubernur, Tennessee kini menjadi negara bagian pertama di AS yang akan menggunakan kursi listrik untuk mengeksekusi terpidana mati jika obat suntik mati tidak tersedia.
Demikian disampaikan Richard Dieter, Kepala Pusat Informasi Hukuman Mati Tennessee.”Ini tidak biasa dan mungkin hukuman yang kejam dan tidak biasa,” katanya, seperti dikutip CNN, Jumat (23/5/2014).
”Tidak ada negara (bagian) yang menyatakan seperti apa yang dinyatakan Tennessee. ”Ini memaksa narapidana untuk menggunakan (kursi) listrik,” ujar Dieter. Namun, dia meyakini, aturan itu akan diamandemen, karena cara hukuman yang diterapkan terlalu kejam.”Kursi listrik jelas merupakan alternatif yang brutal,” kata Deiter.
Kontroversi eksekusi mati dengan suntikan terus menjadi perdebatan di AS. Terlebih, produsen obat di Eropa, termasuk produsen pentobarbital yang berbasis di Denmark melarang penjara di AS menggunakan obat untuk mengeksekusi narapidana.
Belum lama ini, eksekusi mati terhadap narapidana di AS dengan menggunakan suntikan obat telah menuai kecaman. Sebab, eksekusi itu tidak berjalan mulus dan narapidana tersiksa beberapa jam sebelum akhirnya meninggal karena serangan jantung.
Gubernur negara bagian Tennessee, Bill Haslam, pada Kamis waktu setempat, menandatangani RUU itu. Dengan tanda tangan gubernur, Tennessee kini menjadi negara bagian pertama di AS yang akan menggunakan kursi listrik untuk mengeksekusi terpidana mati jika obat suntik mati tidak tersedia.
Demikian disampaikan Richard Dieter, Kepala Pusat Informasi Hukuman Mati Tennessee.”Ini tidak biasa dan mungkin hukuman yang kejam dan tidak biasa,” katanya, seperti dikutip CNN, Jumat (23/5/2014).
”Tidak ada negara (bagian) yang menyatakan seperti apa yang dinyatakan Tennessee. ”Ini memaksa narapidana untuk menggunakan (kursi) listrik,” ujar Dieter. Namun, dia meyakini, aturan itu akan diamandemen, karena cara hukuman yang diterapkan terlalu kejam.”Kursi listrik jelas merupakan alternatif yang brutal,” kata Deiter.
Kontroversi eksekusi mati dengan suntikan terus menjadi perdebatan di AS. Terlebih, produsen obat di Eropa, termasuk produsen pentobarbital yang berbasis di Denmark melarang penjara di AS menggunakan obat untuk mengeksekusi narapidana.
Belum lama ini, eksekusi mati terhadap narapidana di AS dengan menggunakan suntikan obat telah menuai kecaman. Sebab, eksekusi itu tidak berjalan mulus dan narapidana tersiksa beberapa jam sebelum akhirnya meninggal karena serangan jantung.
(mas)