Heboh, Pengungsi Wanita Suriah Dijual via Facebook
Kamis, 22 Mei 2014 - 18:28 WIB
Heboh, Pengungsi Wanita Suriah Dijual via Facebook
A
A
A
ALEPPO-Pengguna media sosial dihebohkan dengan munculnya halaman Facebook yang berisi iklan penjualan para pengungsi wanita Suriah untuk dijadikan pemuas nafsu. Pengelola halaman Facebook bernama “Syrian refugees for marriage” itu menawarkan para pengungsi wanita Suriah lengkap dengan foto-foto mereka.
Halaman Facebook yang mengiklankan para pengungsi wanita Suriah telah muncul selama sepekan terakhir. Sebelum akhirnya ditutup, halaman Facebook itu telah meraih lebih dari 18 ribu likes.
”Di seluruh dunia Arab, dari segala usia dan agama berbagi di halaman ini,” bunyi keterangan halaman Facebook penjual para pengungsi wanita Suriah, yang dilansir sejumlah media Timur Tengah, salah satunya Al Arabiya, Kamis (22/5/2014).
Warga Suriah memang telah tersebar ke berbagai negara sebagai pengungsi untuk menghindari bahaya perang di negaranya. Mereka di antaranya berada Yordania, Libanon, Turki dan Irak. Banyak laporan menyebut, para pengungsi wanita menjadi korban eksploitasi di tempat pengungsian.
Pengelola halaman Facebook yang mengiklankan penjualan para pengungsi wanita Suriah itu, mengklaim mereka ditawarkan untuk dinikahi. Dengan dalih itu, pengelola tersebut mencatut dalil kitab suci yang dianggap membolehkan praktik itu.
Namun, banyak pengguna media sosial meluapkan kemarahannya terhadap pengelola halaman Facebook itu. ”Kami memang hidup di dunia yang sakit,” tulis pengguna akun Twitter Anjum Anwar.
”Sekarang di Facebook: pengantin pengungsi Suriah untuk dijual. Ini adalah apa yang sebenarnya terjadi,” kritik pengguna media sosial lainnya.
Kendati demikian, halaman Facebook itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Namun, para pengguna media sosial menyerukan agar pihak Facebook menutup halaman itu.
Halaman Facebook yang mengiklankan para pengungsi wanita Suriah telah muncul selama sepekan terakhir. Sebelum akhirnya ditutup, halaman Facebook itu telah meraih lebih dari 18 ribu likes.
”Di seluruh dunia Arab, dari segala usia dan agama berbagi di halaman ini,” bunyi keterangan halaman Facebook penjual para pengungsi wanita Suriah, yang dilansir sejumlah media Timur Tengah, salah satunya Al Arabiya, Kamis (22/5/2014).
Warga Suriah memang telah tersebar ke berbagai negara sebagai pengungsi untuk menghindari bahaya perang di negaranya. Mereka di antaranya berada Yordania, Libanon, Turki dan Irak. Banyak laporan menyebut, para pengungsi wanita menjadi korban eksploitasi di tempat pengungsian.
Pengelola halaman Facebook yang mengiklankan penjualan para pengungsi wanita Suriah itu, mengklaim mereka ditawarkan untuk dinikahi. Dengan dalih itu, pengelola tersebut mencatut dalil kitab suci yang dianggap membolehkan praktik itu.
Namun, banyak pengguna media sosial meluapkan kemarahannya terhadap pengelola halaman Facebook itu. ”Kami memang hidup di dunia yang sakit,” tulis pengguna akun Twitter Anjum Anwar.
”Sekarang di Facebook: pengantin pengungsi Suriah untuk dijual. Ini adalah apa yang sebenarnya terjadi,” kritik pengguna media sosial lainnya.
Kendati demikian, halaman Facebook itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Namun, para pengguna media sosial menyerukan agar pihak Facebook menutup halaman itu.
(mas)