Akhiri Kemelut, Militer Thailand Tekan Dua Kubu Kompromi
Kamis, 22 Mei 2014 - 11:30 WIB
Akhiri Kemelut, Militer Thailand Tekan Dua Kubu Kompromi
A
A
A
BANGKOK-Kepala militer Thailand menekan dua kubu politik yang berseteru di Thailand untuk kompromi guna mengakhiri kemelut setelah diterapkan darurat militer. Militer telah membantah penerapan darurat militer itu sebagai aksi kudeta.
Tekanan agar kedua kubu politik di Thailand berkompromi itu disampaikan Kepala militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan – ocha. ”Saya ingin melihat setiap masalah diselesaikan dalam forum ini, sebelum saya pensiun,” tulis surat kabar Nation,Kamis (22/5/2014) mengutip pernyataan Prayuth.
Jenderal Prayuth berencana pensiun bulan September 2014.”Saya tidak ingin junior saya untuk mengambil pekerjaan ini,” katanya. Sesi kompromi kedua kubu itu rencananya digelar hari ini.
Kubu oposisi sebelumnya, menegaskan, penetapan status darurat tidak akan menciutkan nyali mereka untuk terus beraksi menggulingkan rezim pemerintahan warisan Yingluck Shinawatra.
Yingluck sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Thailand oleh Mahkamah Konstitusi atas tuduhan menyalahgunakan kekuasaan. Setelah kekuasaan Yingluck dicopot, taipan telekomunikasi keluarga Shinawatra, Niwatturong Boonsongpaisan ditunjuk sebagai perdana menteri sementara.
Pimpinan demonstran oposisi Thailand, Suthep Thaugsuban, mengatakan, demonstran oposisi tidak akan menyerah sampai rezim pemerintah lengser. “Kami masih akan terus berjuang, kami belum pernah menang sama sekali,” kata Suthep. ”Pengumuman darurat militer tidak berpengaruh sama sekali, tidak menjadi kendala untuk perlawanan kami.” (Baca: Darurat Militer Tak Buat Demonstran Thailand Ciut Nyali)
Tekanan agar kedua kubu politik di Thailand berkompromi itu disampaikan Kepala militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan – ocha. ”Saya ingin melihat setiap masalah diselesaikan dalam forum ini, sebelum saya pensiun,” tulis surat kabar Nation,Kamis (22/5/2014) mengutip pernyataan Prayuth.
Jenderal Prayuth berencana pensiun bulan September 2014.”Saya tidak ingin junior saya untuk mengambil pekerjaan ini,” katanya. Sesi kompromi kedua kubu itu rencananya digelar hari ini.
Kubu oposisi sebelumnya, menegaskan, penetapan status darurat tidak akan menciutkan nyali mereka untuk terus beraksi menggulingkan rezim pemerintahan warisan Yingluck Shinawatra.
Yingluck sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Thailand oleh Mahkamah Konstitusi atas tuduhan menyalahgunakan kekuasaan. Setelah kekuasaan Yingluck dicopot, taipan telekomunikasi keluarga Shinawatra, Niwatturong Boonsongpaisan ditunjuk sebagai perdana menteri sementara.
Pimpinan demonstran oposisi Thailand, Suthep Thaugsuban, mengatakan, demonstran oposisi tidak akan menyerah sampai rezim pemerintah lengser. “Kami masih akan terus berjuang, kami belum pernah menang sama sekali,” kata Suthep. ”Pengumuman darurat militer tidak berpengaruh sama sekali, tidak menjadi kendala untuk perlawanan kami.” (Baca: Darurat Militer Tak Buat Demonstran Thailand Ciut Nyali)
(mas)