AS tak akui referendum Ukraina timur

Selasa, 13 Mei 2014 - 14:23 WIB
AS tak akui referendum...
AS tak akui referendum Ukraina timur
A A A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) mengaku referendum yang diadakan akhir pekan lalu di timur Ukraina yang menyerukan untuk melepaskan diri dari Kiev. AS menganggap referendum itu sebagai sesuatu yang ilegal.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki mengatakan, pemungutan suara yang diselenggarakan oleh elemen-elemen pro-Rusia di Donetsk dan Luhansk merupakan upaya untuk menciptakan perpecahan dan gangguan lebih lanjut di Ukraina.

"Kami tidak mengakui referendum tersebut. Itu (referendum) merupakan tindakan yang ilegal menurut hukum Ukraina," ungkap Psaki. Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (13/5/2014).

Massa pro-Rusia mengklaim kemenangan besar di dua wilayah Ukraina timur yaitu di Donets dan Luhansk dengan suara bulat mencapai 90 persen yang mengingnkan pemisahan diri, sedangkan Kiev menysebut pemungutan suara itu sebagai lelucon.

"Metodologi pemilihan juga penuh dengan kecurangan, dengan laporan surat suara yang sudah ditandai, anak-anak ikut melakukan voting, suara mereka ada walaupun orangnya tidak hadir, dan bahkan ada pemilihan di Moskow dan St Petersburg." tambah Psaki.

Psaki juga menyatakan menurut laporan yang dia terima salah satu bentuk keganjilan lainnya adalah terdapat beberapa orang yang melakukan pemilihan dari satu kali. AS dan sekutunya akan tetap fokus mendukung pemilu di Ukraina, dan mengindahkan referendum di timur.
(esn)
Berita Terkait
4 Senjata Ukraina yang...
4 Senjata Ukraina yang Dipasok oleh Amerika Serikat
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Survei: Warga Amerika...
Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
Amerika Serikat: Kemenangan...
Amerika Serikat: Kemenangan Ukraina di Kherson Luar Biasa
Berita Terkini
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
2 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
4 jam yang lalu
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
5 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kini Lebih...
4 Alasan Iran Kini Lebih Siap Hadapi Serangan AS, Sudah Memahami Musuh
6 jam yang lalu
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
7 jam yang lalu
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved