AS akan bantu Nigeria temukan ratusan siswi yang diculik
Jum'at, 09 Mei 2014 - 19:56 WIB
AS akan bantu Nigeria temukan ratusan siswi yang diculik
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, menegaskan, AS akan menempuh segala kemungkinan untuk membebaskan 276 siswi Nigeria yang diculik oleh kelompok militan Nigeria, Boko Haram.
“Tim penasihat militer AS telah tiba di Nigeria untuk membantu pemerintah setempat dengan bantuan alat komunikasi, logistik, dan pemikiran,” ungkap Kerry, seperti dilansir VOA, Jumat (9/5/2014).
"Tim antar-lembaga kami telah mendarat di sana dan mereka akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Goodluck Jonathan untuk melakukan segala cara yang kita mungkin bisa lakukan untuk mengembalikan gadis-gadis ini ke keluarga mereka dan komunitas mereka,” Kerry menambahkan.
“Kami juga akan untuk melakukan segala kemungkinan yang dapat kami lakukan untuk melawan ancaman militan Boko Haram di negara tersebut," Kerry menegaskan. Selain AS, setidaknya tiga negara lain telah berjanji untuk membantu Nigeria dalam pencarian ratusan sisiwi itu.
Inggris telah berjanji untuk memberikan citra satelit di wilayah yang diduga sebagai lokasi disekapnya ratusan siswi. Sementara Perancis mengaku akan mengirim agen keamanan untuk membantu penyelidikan.
“Tim penasihat militer AS telah tiba di Nigeria untuk membantu pemerintah setempat dengan bantuan alat komunikasi, logistik, dan pemikiran,” ungkap Kerry, seperti dilansir VOA, Jumat (9/5/2014).
"Tim antar-lembaga kami telah mendarat di sana dan mereka akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Goodluck Jonathan untuk melakukan segala cara yang kita mungkin bisa lakukan untuk mengembalikan gadis-gadis ini ke keluarga mereka dan komunitas mereka,” Kerry menambahkan.
“Kami juga akan untuk melakukan segala kemungkinan yang dapat kami lakukan untuk melawan ancaman militan Boko Haram di negara tersebut," Kerry menegaskan. Selain AS, setidaknya tiga negara lain telah berjanji untuk membantu Nigeria dalam pencarian ratusan sisiwi itu.
Inggris telah berjanji untuk memberikan citra satelit di wilayah yang diduga sebagai lokasi disekapnya ratusan siswi. Sementara Perancis mengaku akan mengirim agen keamanan untuk membantu penyelidikan.
(esn)