Usai dicopot sebagai PM, dugaan korupsi Yingluck diusik

Kamis, 08 Mei 2014 - 17:51 WIB
Usai dicopot sebagai...
Usai dicopot sebagai PM, dugaan korupsi Yingluck diusik
A A A
Sindonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi Thailand kembali menyelidiki kasus dugaan korupsi Yingluck Shinawatra, sehari setelah dia dicopot sebagai Perdana Menteri (PM) Thailand. Komisi itu pada Kamis (8/5/2014) mengaku menemukan bukti-bukti yang bisa menjerat Yingluck.

Kasus dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Yingluck adalah soal skema penyaluran dana subsidi beras petani. Jika dalam kasus ini Yingluck terbukti bersalah, maka dia tidak bisa aktif dalam panggung politik Thailand selama lima tahun.

”Panitia (proyek dana subsidi beras petani) telah diselidiki dan ada cukup bukti untuk meneruskan kasus. Kita sekarang akan meneruskannya ke Senat,” kata Panthep Klanarong, Pemimpin dari Komisi Anti-Korupsi Thailand, seperti dilansir Reuters.

Proyek itu memungkinkan bagi pemerintah untuk membeli beras petani jauh lebih mahal di atas harga pasar. Namun, dana publik itu diduga telah dikorupsi.

Pengganti Yingluck

Yingluck dicopot dari jabatannya sebagai PM Thailand setelah Mahkamah Konstitusi membuktikan bahwa dia bersalah atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Posisi Yingluck kini digantikanNiwatthamrong Boonsongphaisan, 66, sebagai PM sementara.

”Tanggung jawab pemimpin sementara saat ini adalah menyelenggarakan pemilu secepatnya,” katanya.

Pemilu Thailand akan digelar pada 20 Juli 2014. Niwatthamrong dikenal sebagai pemimpin penyiar di stasiun televisi iTV. Dia juga dikenal sebagai humas untuk perusahaan telekomunkasi milik keluarga Shinawatra. Tak heran jika publik di Thailand menganggapnya sebagai orang dekat Thaksin Shinawatra (kakak Yingluck).

”Thaksin percaya banyak pada dia. Dia punya reputasi yang baik sebagai humas dalam mengatasi semua masalah,” kata Naruemon Thabchumpon, dosen ilmu politik di Bangkok Chulalongkorn University.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
13 menit yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
50 menit yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
1 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
8 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
9 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
10 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved