UE ancam jatuhkan sanksi tembahan pada Rusia
Rabu, 30 April 2014 - 15:11 WIB
UE ancam jatuhkan sanksi tembahan pada Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Uni Eropa (EU) mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan lagi kepada Rusia. Padahal UE dan Amerika Serikat (AS), baru saja mengumumkan penjatuhan sanksi kepada Rusia pada awal pekan ini sebagai respon keras setelah Rusia gagal menghentikan ketegangan di Ukraina timur.
Ancaman sanksi tambahan dari UE itu disampaikan Duta Besar UE, Olof Skoog, kepada Sindonews, Rabu (30/4/2014). Namun, jadi tidaknya penjatuhan sanksi tambahan kepada Rusia itu sedang dibahas.
“Kita sedang membahas sanksi lanjutan untuk Rusia, apakah akan berupa pencekalan kepada beberapa individu untuk tidak bisa berpergian keluar dari Rusia. Saat ini kita sedang mengumpulkan beberapa nama yang mungkin juga akan kita bekukan asetnya,” ungkap Skoog.
“Satu hal yang kita ingin adalah, efek dari sanksi tersebut benar-benar nyata. Orang-orang sudah mulai memikirkan untuk tidak berinvestasi di sana, tidak menaruh uang mereka dari Rusia. Bila hal itu terjadi, pasti akan sangat merugikan Rusia,” Skoog menambahkan.
Sanksi ekonomi dari AS dan UE yang diumumkan awal pekan ini menyasar kepada beberapa individu dan beberapa perusahaan Rusia yang memiliki kedekatan dengan Presiden Vladimir Putin.
Rusia sendiri dikabarkan akan memberikan respon atas sanksi yang dijatuhkan oleh UE dan AS. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhael Y Galuzin membernarkan hal tersebut, ketika ditemuai usai diskusi tentang krisis Ukraina di kampus Universitas Indonesia, kemarin. Dia menyatakan bahwa saat ini Rusia sedang membahas aksi balasan atas sanksi itu. Hanya saja, dia belum bersedia memberikan penjelasan lebih detail aksi balasan kepada AS dan UE itu.
Ancaman sanksi tambahan dari UE itu disampaikan Duta Besar UE, Olof Skoog, kepada Sindonews, Rabu (30/4/2014). Namun, jadi tidaknya penjatuhan sanksi tambahan kepada Rusia itu sedang dibahas.
“Kita sedang membahas sanksi lanjutan untuk Rusia, apakah akan berupa pencekalan kepada beberapa individu untuk tidak bisa berpergian keluar dari Rusia. Saat ini kita sedang mengumpulkan beberapa nama yang mungkin juga akan kita bekukan asetnya,” ungkap Skoog.
“Satu hal yang kita ingin adalah, efek dari sanksi tersebut benar-benar nyata. Orang-orang sudah mulai memikirkan untuk tidak berinvestasi di sana, tidak menaruh uang mereka dari Rusia. Bila hal itu terjadi, pasti akan sangat merugikan Rusia,” Skoog menambahkan.
Sanksi ekonomi dari AS dan UE yang diumumkan awal pekan ini menyasar kepada beberapa individu dan beberapa perusahaan Rusia yang memiliki kedekatan dengan Presiden Vladimir Putin.
Rusia sendiri dikabarkan akan memberikan respon atas sanksi yang dijatuhkan oleh UE dan AS. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhael Y Galuzin membernarkan hal tersebut, ketika ditemuai usai diskusi tentang krisis Ukraina di kampus Universitas Indonesia, kemarin. Dia menyatakan bahwa saat ini Rusia sedang membahas aksi balasan atas sanksi itu. Hanya saja, dia belum bersedia memberikan penjelasan lebih detail aksi balasan kepada AS dan UE itu.
(esn)