Dilema dunia jika tolong rakyat Korea Utara

Selasa, 29 April 2014 - 17:46 WIB
Dilema dunia jika tolong...
Dilema dunia jika tolong rakyat Korea Utara
A A A
Sindonews.com – Berbagai laporan perihal pelanggaran HAM yang luar biasa di Korea Utara (Korut) memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk dari Indonesia. Namun, untuk menolong penderitaan jutaan rakyat Korut yang hidup kelaparan tidak mudah.

Pelapor khusus PBB untuk pelanggaran HAM di Korut, Marzuki Darusman mengatakan menolong rakyat Korut pada saat ini menjadi dilema.

“Saat ini, kita berada di titik persimpangan, antara membiarkan atas apa yang terjadi di Korut dan bertindak menolong rakyat Korut,” katanya dalam seminar bertajuk ”Jalan Panjang Penegakan dan Penghormatan HAM di Korea Utara” di gedung LIPI, Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Jika masyarakat internasional saat ini membantu rakyat Korut, konsekuensinya Pemerintah Korut diuntungkan, dan sumber daya negara itu akan dialihkan untuk memperkuat militer mereka. “Di satu sisi kita harus membantu rakyat Korut, dan di sisi lain kita harus mengejar pelaku pelanggaran HAM di Korut,” ujar Marzuki.

“Membantu rakyat Korut berarti meringankan rezim, karena mereka lebih leluasa fokus pada penguatan militer. Karena itulah, kita sambut LSM-LSM, dan lembaga lain seperti KontrasS dan LIPPI.” imbuh dia. Sementara itu, menurut kesaksian pengungsi Korut, Hye Sook Kim, jutaan warga Korut hidup dalam kelaparan, karena dijatah bahan makanan berupa jagung yang jumlahnya sangat minim.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
54 menit yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
1 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
2 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
4 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
5 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved