Fatwa pelecehan istri guncang publik Mesir

Sabtu, 26 April 2014 - 11:20 WIB
Fatwa pelecehan istri...
Fatwa pelecehan istri guncang publik Mesir
A A A
Sindonews.com – Publik Mesir gusar dengan fatwa yang dikeluarkan tokoh fundamentalis,Yasser Burhami. Inti fatwa itu menyatakan, seorang Muslim mengizinkan istrinya jadi korban kekerasan seksual ketika dia dalam kondisi bahaya, seperti dirampok.

Burhami dikenal sebagai tokoh berpengaruh di organisasi Al Dakwah Al Salafiyah, sebuah kelompok Salafi ultra-ortodoks di Mesir. Fatwa itu menuai kemaran publik Mesir di media sosial.

Fatwa itu mengambil contoh sebuah kasus perampokan. ”Dalam hal ini ia dipaksa (menyerahkan istrinya) dan tidak berkewajiban (untuk membelanya),” bunyi penggalan fatwa itu, yang dilansir sejumlah media Timur Tengah, salah satunya Al Arabiya, Jumat (25/4/2014).

Assaeed Mohammad Ali, seorang pejabat di kementerian keagamaan Mesirmengatakan kepada surat kabar al- Masry al- Youm, bahwa fatwa Burhami tidak memiliki dasar syariah.

”Setiap Muslim harus melindungi kehormatan (istri)-nya, bahkan jika itu membawanya ke penjara atau menyebabkan kematiannya. Pengorbanan untuk melindungi kehormatan seorang istri adalah kewajiban agama,” kata Ali.

Fatwa kontroversial Burhami juga memicu kritik keras dari para ulama al-Azhar. Sheikh Ali Abu al-Hasan, ketua komite fatwa al-Azhar di periode sebelumnya mengatakan, fatwa Burhami tidak sesuai syariah Islam. Pendapatnya juga sama dengan apa yang disampaikan Assaeed Mohammad Ali.

Mohammad al- Shahat al - Jundi, anggota Dewan Peneliti Islam, juga mengecam fatwa Burhami itu. Namun, juru bicara Dewan Pengurus Kelompok Salafi, Ali Hatem, membela Burhami. Dia menuduh ada pihak yang mendistorsi fatwa yang disampaikan Burhami.

”Sheikh Yasser menekankan kewajiban membela kehormatan. Tetapi jika seorang suami yakin bahwa ia tidak mampu membela diri, bahwa ia akan mati dan bahwa kehormatan istrinya akan terancam, apa yang bisa dia lakukan?,” tanya Hatem. “Dia diperbolehkan untuk memilih antara mengorbankan kehormatan istrinya atau melindungi hidupnya,” lanjut dia, mengutip pernyataan utuh Burhami.
(mas)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
9 jam yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
9 jam yang lalu
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
11 jam yang lalu
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
12 jam yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
12 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
13 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Piala Afrika...
Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Sejarah, Mesir Terbanyak!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved