Ahli bom nomor satu al-Qaeda diyakini tewas di tangan AS
Selasa, 22 April 2014 - 17:13 WIB
Ahli bom nomor satu al-Qaeda diyakini tewas di tangan AS
A
A
A
Sindonews.com -Ahli bom nomor satu kelompokal-Qaeda diyakini tewas, setelah pasukan khusus Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran di Yaman. Ibrahim al-Asiri, 32, sang ahli pembuat bom al-Qaeda itu diyakini tewas bersama para militan lain.
Seorang saksi mata, kepada Mail Online, Selasa (22/4/2014) mengatakan, Ibrahim yang diyakini berada di sebuah mobil dan terlibat baku tembak dengan pasukan khusus AS. “Dalam baku tembak, semua orang di mobil itu tewas,” tulis Times yang ikut mengulas kabar kematian tokoh penting al-Qaeda itu.
Jika kematiannya bisa dikonfirmasi, maka Ibrahim akan menjadi anggota paling senior al- Qaeda yang tewas sejak Osama bin Laden pada Mei 2011.
Ibrahim al-Asiri diyakini sebagai “otak” pembuatan bom dan bahan peledak untuk kelompok ekstremis. Dia dikenal sebagai ahli pembuat bom berbahan cair yang tidak terdeteksi oleh detektor logam sekalipun.
Pemimpin al-Qaeda dikabarkan menciptakan bom versi terbaru yang lebih sulit untuk dideteksi. Prototipe bom baru itu pernah digunakan dalam serangan teroris pada Mei tahun lalu untuk menandai peringatan kematian Osama Bin Laden.
Ibrahim al-Asiri sejatinya dianggap sebagai salah satu orang yang paling dicari oleh pasukan AS. Dia dianggap berperan penting dalam aksi al-Qaeda di Yaman. Jika benar Ibrahim tewas, maka itu menjadi pukulan besar bagi al-Qaeda.
Penyergapan pada mobil yang diyakini ditumpangi Ibrahim terjadi pada Sabtu dan Minggu lalu di sebuah provinsi di selatan Yaman.
Seorang saksi mata, kepada Mail Online, Selasa (22/4/2014) mengatakan, Ibrahim yang diyakini berada di sebuah mobil dan terlibat baku tembak dengan pasukan khusus AS. “Dalam baku tembak, semua orang di mobil itu tewas,” tulis Times yang ikut mengulas kabar kematian tokoh penting al-Qaeda itu.
Jika kematiannya bisa dikonfirmasi, maka Ibrahim akan menjadi anggota paling senior al- Qaeda yang tewas sejak Osama bin Laden pada Mei 2011.
Ibrahim al-Asiri diyakini sebagai “otak” pembuatan bom dan bahan peledak untuk kelompok ekstremis. Dia dikenal sebagai ahli pembuat bom berbahan cair yang tidak terdeteksi oleh detektor logam sekalipun.
Pemimpin al-Qaeda dikabarkan menciptakan bom versi terbaru yang lebih sulit untuk dideteksi. Prototipe bom baru itu pernah digunakan dalam serangan teroris pada Mei tahun lalu untuk menandai peringatan kematian Osama Bin Laden.
Ibrahim al-Asiri sejatinya dianggap sebagai salah satu orang yang paling dicari oleh pasukan AS. Dia dianggap berperan penting dalam aksi al-Qaeda di Yaman. Jika benar Ibrahim tewas, maka itu menjadi pukulan besar bagi al-Qaeda.
Penyergapan pada mobil yang diyakini ditumpangi Ibrahim terjadi pada Sabtu dan Minggu lalu di sebuah provinsi di selatan Yaman.
(mas)