Dibekuk, kapten kapal maut Korsel minta maaf atas tragedi

Sabtu, 19 April 2014 - 09:04 WIB
Dibekuk, kapten kapal...
Dibekuk, kapten kapal maut Korsel minta maaf atas tragedi
A A A
Sindonews.com – Lee Joon-seok, 69, kapten kapal feri Sewol di Korea Selatan (Korsel) yang lalai sehingga kapal tenggelam telah ditangkap bersama dua awak kapal lainnya. Akibat kelalaiannya, 268 penumpang masih dinyatakan hilang dan 29 lainnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Joon - seok, menghadapi tuduhan lalai dalam menjalankan tugas yang menyebabkan kematian banyak orang. Dia juga dituduh melakukan pelanggaran hukum maritim. Kapten kapal maut itu mengaku meninggalkan kapal ketika akan hanyut.

Hingga Sabtu (19/4/2014), baru sekitar 179 orang yang berhasil diselamatkan, dari totalnya sekitar 450 penumpang dan awak kapal. Investigasi dalam tragedi kapal feri tersebut akan fokus pada tidak adanya perintah dari kapten kapal untuk mengevakuasi para penumpang, ketika mengetahui kapal oleng dan akhirnya tenggelam.

Kapal Feri Sewol tenggelam ketika sedang berlayar dari Incheon menuju ke Jeju selatan, di lepas pantai selatan Korsel. Kapal itu terbalik dan dua jam kemudian tenggelam.

Joon-sook telah diinterogasi polisi. ”Saya minta maaf kepada rakyat Korsel atas tindakan yang menyebabkan, dan saya menundukkan kepala, meminta maaf kepada keluarga korban,” ujarnya, seperti dilansir BBC.

Tinggalkan kemudi

Dia mengakui telah lalai meninggalkan kemudi kapal saat kondisi sedang genting. ”Saya memberikan instruksi mengenai rute (pada awak kapal), saya sedang pergi sebentar ke kamar tidur dan kemudian, (tragedi kapal tenggelam) terjadi,” katanya.

”Saat itu sangat tegang, suhu air laut dingin, dan saya pikir orang meninggalkan kapal feri tanpa persiapan yang tepat. Jika mereka tidak mengenakan jaket pelampung, mereka akan hanyut,” lanjut Joon-sook.

Nakhoda kapal pengganti Joon-sook kala itu adalah Cho Joon – ki. Dia yang ikut ditahan, mengaku bersalah. ”Ada kesalahan atas nama saya, tapi steering (gigi kapal) berbalik lebih jauh dari yang seharusnya,” akunya yang menggambarkan adanya gangguan mekanis kapal.
(mas)
Berita Terkait
Ini Gang Maut Selebar...
Ini Gang Maut Selebar 4 Meter yang Jadi Lokasi Tragedi Pesta Halloween
PM Korsel Soroti Respons...
PM Korsel Soroti Respons Polisi Saat Terima Panggilan Darurat Tragedi Halloween
3 Fakta Itaewon, Lokasi...
3 Fakta Itaewon, Lokasi Insiden Halloween di Korsel yang Tewaskan 150 Orang
Tragedi Halloween Itaewon:...
Tragedi Halloween Itaewon: Korban Tewas 154 Orang Termasuk Produser Cantik Grace Rached
Jokowi Ucapkan Belasungkawa...
Jokowi Ucapkan Belasungkawa Atas Tragedi Halloween di Korsel
Pascainsiden Halloween,...
Pascainsiden Halloween, Korsel Umumkan Masa Berkabung Nasional
Berita Terkini
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
28 menit yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
1 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
3 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
4 jam yang lalu
Infografis
Tak Punya Niat Bunuh...
Tak Punya Niat Bunuh Brigadir J, Kuat Ma'ruf Tak Minta Maaf
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved