RI tuan rumah konferensi dunia soal penyelendupan manusia
Kamis, 17 April 2014 - 13:43 WIB
RI tuan rumah konferensi dunia soal penyelendupan manusia
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Republik Indonesia bekerjasama dengan United Nations High Commisioner of Refugees (UNHCR) akan menggelar konferensi internasional di Jakarta. Konferensi itu membahas cara pencegahan penyelundupan dan perdagangan manusia.
”Indonesia akan menggelar sebuah acara bertema Protection of Irregular Movement of Person at Sea, pada tanggal 21-22 April mendatang. Acara ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Jakarta pada tahun lalu, yang dihadiri oleh 14 negara,” kata Direktur Jenderal Mulltirateral Kementerian Dalam Negeri, H.E Hasaln Kleib, Kamis (17/4/2014).
Selain Indonesia, belasan negara yang akan mengikuti konferensi dunia itu, antara lain Iran, Australia, Myanmar, Thailand, Malaysia, Pakistan, Selandia Baru, Bangladesh, Sri Lanka, Afghanistan, Filipina, dan Papua Nugini.
”Dalam acara tersebut nanti akan digelar sebuah pertemuan antara para pakar tentang penyendulupan dan perdagangan manusia dari 14 negara. Topik yang akan dibahas adalah bagaimana melindungi para korban penyelundupan dan perdagangan manusia,” ujar Kleib.
Kleib menambahkan, selain UNHCR ada lagi organisasi internasional yang akan bergabung dalan acara tersebut. Yakni, International Organization for Migration (IMO). Ada juga dua tamu undangan yang bertugas sebagai pengamat yaitu, Irak dan United Nations Office on Drugs and Crime (UBODC).
”Indonesia akan menggelar sebuah acara bertema Protection of Irregular Movement of Person at Sea, pada tanggal 21-22 April mendatang. Acara ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Jakarta pada tahun lalu, yang dihadiri oleh 14 negara,” kata Direktur Jenderal Mulltirateral Kementerian Dalam Negeri, H.E Hasaln Kleib, Kamis (17/4/2014).
Selain Indonesia, belasan negara yang akan mengikuti konferensi dunia itu, antara lain Iran, Australia, Myanmar, Thailand, Malaysia, Pakistan, Selandia Baru, Bangladesh, Sri Lanka, Afghanistan, Filipina, dan Papua Nugini.
”Dalam acara tersebut nanti akan digelar sebuah pertemuan antara para pakar tentang penyendulupan dan perdagangan manusia dari 14 negara. Topik yang akan dibahas adalah bagaimana melindungi para korban penyelundupan dan perdagangan manusia,” ujar Kleib.
Kleib menambahkan, selain UNHCR ada lagi organisasi internasional yang akan bergabung dalan acara tersebut. Yakni, International Organization for Migration (IMO). Ada juga dua tamu undangan yang bertugas sebagai pengamat yaitu, Irak dan United Nations Office on Drugs and Crime (UBODC).
(esn)