Ukraina diambang perang saudara

Rabu, 16 April 2014 - 08:21 WIB
Ukraina diambang perang...
Ukraina diambang perang saudara
A A A
Sindonews.com – Operasi militer besar-besaranyang diluncurkan Pemerintah Ukraina di wilayah timur negara itu, untuk menindak keras para demonstran anti-pemerintah telah memakan korban. Presiden Rusia, Vladimir Putin menyerukan negara-negara di dunia mengutuk Kiev, atas operasi militer yang membuat negara itu diambang perang saudara.

Kekhawatiran pecahnya perang saudara itu disampaikan Putin saat berbicara dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, melalui telepon. Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam kebijakan operasi militer besar-besaran dengan nama operasi anti-teroris untuk membungkam demonstran yang menuntut hak-haknya.(Baca: Cegah Ukraina terbelah, Kiev luncurkan operasi militer)

“(Operasi militer) anti-konstitusional dilakukan di Ukraina tenggara, yang kami percaya dapat menyebabkan bencana,” bunyi pernyataan kementerian itu.

”Kami sangat prihatin atas operasi militer yang diluncurkan oleh pasukan khusus Ukraina dengan dukungan tentara. Sudah ada korban,” lanjut kementerian tersebut tengah malam tadi (15/4/2014), seperti dilansir Rusia Today.

Menurut Kremlin, operasi militer besar-besaran oleh Pemerintah Ukraina tak ubahnya sebagai pelanggaran hukum, karena melawan rakyatnya sendiri. ”Peristiwa terkini menunjukkan keengganan terus-menerus dari pihak berwenang Kiev untuk berdialog dengan rakyat wilayah Ukraina yang menuntut hak,” imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sedangkan Jerman belum mengambil sikap meski mengakui ada perbedaan penafsiran dengan Rusia tentang apa yang terjadi di Ukraina timur.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslav Sikorskii, justru mendukung Ukraina untuk meluncurkan operasi militer besar-besaran. Pihak Warsawa setuju percaya tindakan itu tepat untuk menindak orang-orang bersenjata yang menduduki bandara.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
2 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
3 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
4 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
5 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
6 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved