China desak Israel ambil keputusan berani terkait perbicangan damai
Rabu, 09 April 2014 - 17:09 WIB
China desak Israel ambil keputusan berani terkait perbicangan damai
A
A
A
Sindonews.com – Presiden China, Xi Jinping, pada Rabu (9/4/2014) mendesak Israel untuk membuat keputusan berani pada putaran terakhir pembicaraan damai dengan Palestina, setelah perundingan terakhir tidak menghasilkan apapun.
"Saat ini, proses pembicaraan damai Israel dan Palestina memasuki tahap krusial. Ada peluang dan juga banyak kesulitan," ungkap Jinping saat mengunjungi Presiden Israel, Shimon Peres, seperti dilansir Reuters.
"(China) berharap bahwa Israel terus dalam pikiran untuk melanjutkan pembicaraan damai, menunjukkan kebijaksanaan strategis, membuat keputusan berani sedini mungkin, dan mendorong kemajuan substantif pada pembicaraan damai bersama dengan komunitas internasional dan Palestina," Jinping menambahkan.
Tahun lalu, saat Jinping bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, ia menyerukan hal yang sama dan mendesak mereka untuk menghidupkan kembali diskusi damai tersebut.
Perbincangan damai antara kedua negara saat ini sedang mengalami kebuntuan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menganggap bahwa pembangunan pemukinan Irael yang baru di Yarusalem timur menjadi penyebab utama kebuntuan pembicaraan damai tersebut.
"Saat ini, proses pembicaraan damai Israel dan Palestina memasuki tahap krusial. Ada peluang dan juga banyak kesulitan," ungkap Jinping saat mengunjungi Presiden Israel, Shimon Peres, seperti dilansir Reuters.
"(China) berharap bahwa Israel terus dalam pikiran untuk melanjutkan pembicaraan damai, menunjukkan kebijaksanaan strategis, membuat keputusan berani sedini mungkin, dan mendorong kemajuan substantif pada pembicaraan damai bersama dengan komunitas internasional dan Palestina," Jinping menambahkan.
Tahun lalu, saat Jinping bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, ia menyerukan hal yang sama dan mendesak mereka untuk menghidupkan kembali diskusi damai tersebut.
Perbincangan damai antara kedua negara saat ini sedang mengalami kebuntuan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menganggap bahwa pembangunan pemukinan Irael yang baru di Yarusalem timur menjadi penyebab utama kebuntuan pembicaraan damai tersebut.
(esn)